jam

Kamis, 12 Januari 2012

contoh media buku cetak


KATA PENGANTAR
   
Puji syukur kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, Sang maestro jagad raya, Yang mempunyai hak perogratif atas makhluknya, atas limpahan rahmat, taufik, serta hidayahnya, sehingga saya mendapat kesempatan guna menyusun buku teks tambahan bagi mata pelajaran al – qur`an yang ada dalam jenjang pendidikan Madrasah Aliyah kelas 2 .
Buku yang disusun berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ( KTSP ) tahun 2006, mencakup ruang lingkup pada aspek – aspek : kognitif, psikomotorik, dan afektif. Dan berguna untuk menjembatani peserta didik untuk menuai wawasan yang luas tentang al – qur`an. Dengan proses pengembangan yang disesuaikan dengan situasi dan kebutuhan daerah / madrasah serta dilaksanakan dalam penyusunan silabus terinci yang kemudian dijadikan alternative dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran, termasuk dalam penyusunan materi pelajaran.
Dalam melaksanakan tugasnya peserta didik dituntut aktif dalam proses pembelajaran, sedangkan guru hanya sebagai pemberi fasilitas serta mediator. Untuk menunjang kebutuhan dalam pengembangan pemikiran bagi peserta didik, maka dalam buku ini sangat sesuai untuk dijadikan alternatif referensi ( sumber acuan ) khususnya untuk kelas 2 Madrasah Aliyah.
Menyadari bahwa dalam materi pelajaran buku ini masih terdapat kekurangan yang cukup banyak, maka saran dan usul yang membangun akan disambut dengan senang hati, terutama dari para penikmat buku ini yang memang memiliki daya kritis, guna dijadikan introspeksi bagi perbaikan edisi revisi selanjutnya.

Yogyakarta, 27 Mei 2011

penyusun






DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR----------------------------------------------------------------------{1}
DAFTAR ISI---------------------------------------------------------------------------------{2}


SEMESTER I
BAB I FUNGSI DAN KEDUDUKAN AL – QUR`AN ---------------------{3}
  1. Fungsi Al – qur`an---------------------------------------------------{4}
  2. Kedudukan Al – qur`an ---------------------------------------------{4}
Evaluasi --------------------------------------------------------------------{7}

BAB II KEISTIMEWAAN AL – QUR`AN
A. Al-Qur’an sebagai petunjuk yang terbaik dan pedoman hidup{9}
  1. Bukti keunggulan dan keluhuran undang-undang Al-qur’an--{10}
  2. Al-Qur’an sebagai sumber inspirasi-------------------------------{11}
Evaluasi--------------------------------------------------------------------{12}

BAB III MU`JIZAT AL – QUR`AN ---------------------------------------------{13}
  1. Kegunaan Al – qur`an diturunkan----------------------------------{14}
  2. Al-Qur’an sebagai sumber hukum --------------------------------{18}
Evaluasi --------------------------------------------------------------------{19}

REFERENSI --------------------------------------------------------------------------------{20}










BAB I
Fungsi dan kedudukan Al – qur`an





















  1. Fungsi Al-Qur’an

1. Pengganti kedudukan kitab suci sebelumnya yang pernah diturunkan Allah SWT
2. Tuntunan serta hukum untuk menempuh kehidupan
3. Menjelaskan masalah-masalah yang pernah diperselisihkan oleh umat terdahulu
4. Sebagai Obat
 
Dan Kami turunkan dari Alquran suatu yang menjadi obat dan rahmat bagi orang-orang yang beriman, dan (Alquran itu) tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian”. (Al-Isra' (17): 82).
 
5. Petunjuk pada jalan yang lurus1
 
Sesungguhnya Al-Qur'an ini memberi petunjuk pada jalan yang amat lurus. (Al-Isrâ (17) ayat 9.
Barang siapa yang disesatkan Allah SWT ia tidak akan mendapat petunjuk2

  1. Kedudukan Al Qur’an

1. Kitabul Naba wal akhbar (Berita dan Kabar), QS. An Naba’ (7 : 1-2)
2. Kitabul Hukmi wa syariat (Kitab Hukum Syariah), QS. Al Maidah (5) : 49-50
3. Kitabul Jihad, QS. Al Ankabut (29) : 69
4. Kitabul Tarbiyah, QS. Ali Imran (3) : 79
5. Minhajul Hayah (Pedoman Hidup)
       Konsepsi inilah yang pada akhirnya dapat mengeluarkan umat manusia dari kejahiliyahan menuju cahaya Islam. Dari kondisi tidak bermoral menjadi memiliki moral yang sangat mulia. Dan sejarah telah membuktikan hal ini terjadi pada sahabat Rasulullah SAW.
Bahwa sebuah generasi telah terlahir dari da’wah –yaitu generasi sahabat –yang memiliki keistimewaan tersendiri dalam sejarah umat Islam, bahkan dalam sejarah umat manusia secara keseluruhan. Generasi seperti ini tidak muncul kedua kalinya ke atas dunia ini sebagaimana mereka… Meskipun tidak disangkal adanya beberapa individu yang dapat menyamai mereka, namun tidak sama sekali sejumlah besar sebagaimana sahabat dalam satu kurun waktu tertentu, sebagaiamana yang terjadi pada periode awal dari kehidupan da’wah ini…”3
Cukuplah kesaksian Rasulullah SAW menjadi bukti kemulyaan mereka, manakala beliau mengatakan dalam sebuah haditsnya:
Dari Imran bin Hushain ra, Rasulullah SAW bersabda: ‘Sebaik-baik kalian adalah generasi yang ada pada masaku (para sahabat) , kemudian generasi yang berikutnya (tabi’in), kemudian generasi yang berikutnya lagi (atba’ut tabiin).4
Imam Nawawi secara jelas mengemukakan bahwa yang dimaksud dengan ‘generasi
pada masaku’ adalah sahabat Rasulullah SAW. Dalam hadits lain, Rasulullah SAW juga mengemukakan mengenai keutamaan sahabat:
Dari Abu Sa’id al-Khudri ra, Rasulullah SAW bersabda, ‘Janganlah kalian mencela sahabat-sahabatku.Karena sekiranya salah seorang diantara kalian menginfakkan emas sebesar gunung uhud, niscaya ia tidak akan dapat menyamai keimanan mereka, bahkan menyamai setengahnya pun tidak.5
  Terdapat tiga hal yang melatar belakangi para sahabat sehingga mereka dapat menjadi khairul qurun, yang tiada duanya di dunia ini. Secara ringkasnya adalah sebagai berikut: pertama, karena mereka menjadikan Al-Qur'an sebagai satu-satunya sumber petunjuk jalan, guna menjadi pegangan hidup mereka, dan mereka membuang jauh-jauh berbagai sumber lainnya. Kedua, ketika mereka membacanya, mereka tidak memiliki tujuan untuk tsaqofah, pengetahuan, menikmati keindahannya dan lain sebainya. Namun mereka membacanya hanya untuk mengimplementaikan apa yang diinginkan oleh Allah dalam kehidupan mereka. Ketiga, mereka membuang jauh-jauh segala hal yang berhubungan dengan masa lalu ketika jahiliah. Mereka memandang bahwa Islam merupakan titik tolak perubahan, yang sama sekali terpisah dengan masa lalu, baik yang bersifat pemikiran maupun budaya.6
         Dengan ketiga hal inilah, generasi sahabat muncul sebagai generasi terindah yang pernah terlahir ke dunia ini. Di sebabkan karena ‘ketotalitasan’ mereka ketika berinteraksi dengan Al-Qur’an, yang dilandasi sebuah keyakinan yang sangat mengakar dalam lubuk sanubari mereka yang teramat dalam, bahwa hanya Al-Qur’an lah satu-satunya pedoman hidup yang mampu mengantarkan manusia pada kebahagiaan hakiki baik di dunia maupun di akhirat.
Al-Qur’an adalah sebagai mukjizat yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad saw untuk disampaikan ajarannya kepada umat Islam agar menjadi kallam atau petunjuk hidup umat manusia.

       
Al Quran ini adalah pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini. (Q.S Al-Jatsiyah : 20)
6. Kitabul Ilmi, QS. Al Alaq (96) : 1-5











Evaluasi
  1. Apa definisi al – qur`an ?
  2. Apa saja fungsi Al – qur`an yang kamu ketahui ?
  3. Bagaimana kedudukan al – qur`an bagi makhluk Allah ?
  4. Apa yang disebut Khoirul kurun dan apa yang melatarbelakangi label tersebut ?
  5. Apa dalil al – quran, bahwa alqur`an adalah pedoman hidup ?
  6. Apa saja kedudukan Al – qur`an?
  7. Uraikan penjalasan tentang minhajul hayah?
  8. Bagaimana penerapan fungsi dan kedudukan al – qur`an pada kehidupan kita sehari – hari
  9. Apa hikmah dibalik diturunkannya al – qur`an ?
  10. Apa sikap kita terhadap orang yang selalu mendustakan ayat al – qur`an?

jawaban
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
KEISTIMEWAAN AL – QUR`AN





























  1. Al-Qur’an sebagai petunjuk yang terbaik dan pedoman hidup

  • Memberi keterangan tentang identitas manusia; asal-usul kehidupan dan kesudahannya, perlengkapan jasmani dan rohaninya, karakter dasar dankecenderungannya.
  • Keteranagan tentang persoalan dan masalah hidup yang bakal ditempuh dan dihadapi oleh umat manusia.
  • Menjelaskan dan memisahkan jalan yang hak dari yang bathil, yang hakiki dari yang imitasi, yang baik dari yang buruk, yang adil dari yang dzalim, jalan yang menyelamatkan dari yang menyesatkan dsb.
  • Memberikan pemimpin agar manusia terhindar dari kebahagiaan yang palsu dan kebahagiaan yang semu dll.
  • Merangsang umat manusia supaya hidup dengan dinamis, mendorong untuk mencapai kejayaan hidup.
  • Memberi “Tandzir” peringatan tentang jalan yang mesti ditempuh untuk memperoleh kebahagian hidup.
  • Sebagai “nuran” pelita yang tidak akan pernah pudar.
  • Sebagai “Rahmatan” selalu membawa manusia kepada rahmat dan ridho-Nya.
                
Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih Lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu'min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar, (Q.S Al-isra’ : 9)





  1. Bukti keunggulan dan keluhuran undang-undang Al-qur’an
  • Pokok-pokok perbedaan hokum Qur’ani dan undang-undang hasil ciptaan manusia.
  • Nilai-nilai dasar yang diletakan bagi kehidupan manusia.
  • Perbaikan-perbaikan hidup manusia diciptakan terdapat dalam Al-qur’an.
  • Macam-macam hokum yang dikandung Al-Qur’an.
  • Asas-asas pembantukan hukum dalam Al-Qur’an.
  • Metode Al-Qur’an dalam menjelaskan hukum.

Dalam bidang akidah:
  • Untuk menhidupkan, mengembangkan, dan menyempurnakan jiwa sebagai manusia merasa derajatnya tidak lebih rendah ketika berhadapan dengan manusia lain.

Dalam bidang akhlak:
  • Manusia agar menyerahkan hati dan jiwa pada sifat yang terpuji, seperti: jujur, setia kawan, persaudaraan,adil, murah hati, tolong menolong dll

Al-Qur’an mengajarkan prinsip paling efektif dalam hal menciptakan dan meraih kemaslahatan juga menghindarkan bahaya dan kemudaratan. Al-Qur’an juga mengajarkan musyawarah dalam memecahkan masalah yang belum jelas. Posisi Al-Quran juga sebagai disiplin ilmu keislaman..

  1. Al-Qur’an sebagai sumber inspirasi
  • Secara sederhana, sains dapat dikatakaan sebagai produk manusia daalam meenyibaak realitas,seetiaap bangunan sains selalu berpijak pada tiga pilar utama yakni ontologis, aksiologis, dan epistimologis.
  1. ontologis : hal yang menjadi subyek ilmu. Islam harus menerima realitas material maupun non material.
        
Maka aku bersumpah dengan apa yang kamu lihat. Dan dengan apa yang tidak kamu lihat. (al haqqoh 38-39)


  1. aksiologis : hal yang terkait dengan tujuan ilmu pengetahuan dibangun dan dirumuskan. Tujuan ilmu pengetahuan islam adalah mengenal sang Pencipta.
                     
.(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan Kami, Tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci Engkau, Maka peliharalah Kami dari siksa neraka. (ali imran 191)

  1. epistimologis : dengan apa kita meencapai pengetahuan. Manusia memiliki pendengaran, penglihatan, dan hati sebagai alat unttttuk memperoleh pengetahuan.
                
dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam Keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur. (an nahl 78)








Evaluasi

  1. Uraikan penjelasan Al – qur`an sebagai pedoman hidup dan tujuan hidup?
  2. Uraikan penjelasan Al – qur`an sebagai inspirasi kehidupan?
  3. Uraikan penjelasan tentang bukti keunggulan dan keluhuran undang – undang yang terkandung dalam al – qur`an?
  4. Jelaskan konsep ontologis, epistimologis, serta aksiologis dalam topic al – qur`an tentang sains?
  5. Coba berikan salah satu contoh sumber inspirasi dalam al – qur`an yang dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari – hari?


jawaban
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………...........

MUKJIZAT AL – QUR`AN





  1. Guna Al-Qur’an diturunkan
  • Jadi petujuk bagi manusia
            ....
(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). (al baqoroh 185)

  • Didalami isinya
              
Maka Apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran? kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya. (an-nissa 82)

  • Penasihat bagi manusia
                                           
. Katakanlah: "Siapakah yang lebih kuat persaksiannya?" Katakanlah: "Allah". Dia menjadi saksi antara aku dan kamu. dan Al Quran ini diwahyukan kepadaku supaya dengan Dia aku memberi peringatan kepadamu dan kepada orang-orang yang sampai Al-Quran (kepadanya). Apakah Sesungguhnya kamu mengakui bahwa ada tuhan-tuhan lain di samping Allah?" Katakanlah: "Aku tidak mengakui." Katakanlah: "Sesungguhnya Dia adalah Tuhan yang Maha Esa dan Sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan (dengan Allah)".(al an’aam 19)

  • Jadi rahmat
        
. dan apabila dibacakan Al Quran, Maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat. (al a’raaf 204)

  • Kisah-kisah umat terdahulu.
                                 
Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy untuk mengatur segala urusan. tiada seorangpun yang akan memberi syafa'at kecuali sesudah ada izin-Nya. (Dzat) yang demikian Itulah Allah, Tuhan kamu, Maka sembahlah Dia. Maka Apakah kamu tidak mengambil pelajaran? (yunus 3)

  • Menerangkan yang belum jelas
       
Alif, laam, raa. (Surat) ini adalah (sebagian dari) ayat-ayat Al-Kitab (yang sempurna), Yaitu (ayat-ayat) Al Quran yang memberi penjelasan. (al hijr 1)

  • Memberi kabar gembira
                
Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih Lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu'min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar, (al israa 9)

  • Peringatan
          
dan Sesungguhnya dalam Al Quran ini Kami telah ulang-ulangi (peringatan-peringatan), agar mereka selalu ingat. dan ulangan peringatan itu tidak lain hanyalah menambah mereka lari (dari kebenaran). (al israa 41)

  • Pemisah antara yang beriman dan yang tidak
            
dan apabila kamu membaca Al Quran niscaya Kami adakan antara kamu dan orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, suatu dinding yang tertutup, (al israa 45)

  • Obat penyakit hati
              
dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian. (al israa 82)

  • Melemahkan yang menentangnya
                   
Katakanlah: "Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al Quran ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan Dia, Sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain". (al israa 88)



  • Berisi perumpamaan
              
dan Sesungguhnya Kami telah mengulang-ulang kepada manusia dalam Al Quran ini tiap-tiap macam perumpamaan, tapi kebanyakan manusia tidak menyukai kecuali mengingkari (Nya). (al israa 89)

  • Tidak untuk menyakiti
     
Kami tidak menurunkan Al Quran ini kepadamu agar kamu menjadi susah; (at thaha 2)

  • Kitab Allah yang terang
       
Thaa Siin (Surat) ini adalah ayat-ayat Al Quran, dan (ayat-ayat) kitab yang menjelaskan,(an naml 1)
  • Mengisahkaan pertikaian Bani israil
            
Sesungguhnya Al Quran ini menjelaskan kepada Bani lsrail sebahagian besar dari (perkara-perkara) yang mereka berselisih tentangnya. (an naml 76)

  • Bacaan bagi umat islam
                 
dan supaya aku membacakan Al Quran (kepada manusia). Maka Barangsiapa yang mendapat petunjuk Maka Sesungguhnya ia hanyalah mendapat petunjuk untuk (kebaikan) dirinya, dan Barangsiapa yang sesat Maka Katakanlah: "Sesungguhnya aku (ini) tidak lain hanyalah salah seorang pemberi peringatan".


  • Untuk dipikirkan
      
Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Quran dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya”. (Yusuf 2)

  1. Al-Qur’an sebagai sumber hukum
Hukum yang terkandung didalam Al-Qur’an ada tiga macam :
  1. hukum-hukum I'tiqodiyah : hal-hal yang berkaitan dengan keimanan.
  2. hukum moralitas : berhubungaan dengan sesuatu yang harus dijadikan perhiasaan oleh mukallaf.
  3. hukum amaliyyah : yang bersangkut paut dengan sesuatu yang timbul dari mukallaf.
Hukum amaliyyah terdiri dari dua macam
  • hukum-hukum ibadah
  • hukum-hukum muamalat



















Evaluasi
  1. Mengapa Al – qur`an diturunkan kepada manusia?
  2. Coba uraikan mu`jizat dalam al – qur`an ?
  3. Hokum – hokum apa saja yang terkandung dalam Al – qur`an ?
  4. Nilai – nilai apa saja yang dapat kita ambil dari penjelasan tentang mu`jizat al – qur`an ?
  5. Bagaimana korelasi Al – qur`an dengan kisah – kisah umat terdahulu ?
  6. Coba utarakan pendapatmu bahwa Al – qur`an adalah kalam Allah dan tidak ada campur tangan manusia dalam proses pembuatannya ?

Jawaban
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….


























DAFTAR PUSTAKA

Faridi Miftah dan Syihabudin Agus, “ Al-Qur’an sumber hukum yang pertama “
Dahlan Abd rahman, “ kaidah-kaidah penafsiran Al-Qur’an “
Ash Shiddieqy hasb, “ Tafsir Al-Qur’anul Majid An-Nur “
Aly Ash Shabany mohammad, “ At-Tibyan fiulumil Qur’an “
www.google.com// fungsi dan kedudukan Al-Qur’an




























1 Tafsir al-Qur’annul majid “an-nur” juz xvii hal. 18-19
2 Manhilul irfan, juz I. hal .545
3 Sayid Qutub (1993 : 14)
4 H.R Bukhori

5 HR. Bukhari
6 Sayid Qutub (1993 : 14 – 23)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar