jam

Kamis, 12 Januari 2012

materi pai

SALAMULLAH


1.    Latar Belakang

Salamullah adalah nama yang diberikan oleh Malaikat Jibril
yang artinya Salam dan Keselamatan dari Allah. Jejak Salamullah dapat ditelusuri dari pengalaman Lia Aminuddin (sekarang disebut Bunda Lia Eden) yang terbuka kekasyafannya pada 28 Oktober 1995. Sejak itu, Bunda Lia dapat berkomunikasi dengan pendamping gaib yang memperkenalkan dirinya dengan nama Habib Al Huda.
 Pada awal perkenalan itu, Habib Al Huda dianggap sebagai jin muslim yang dulu juga pernah mendampingi Nabi Muhammad sebagaimana tercantum dalam buku “Dialog dengan Jin Muslim” yang sedang marak dibaca pada waktu itu. Namun, pendamping gaib Bunda Lia tersebut kemudian menyatakan dirinya sebagai seorang malaikat yang memang dulu mendampingi Rasulullah. Bahkan dia menyatakan bahwa penjelasan di dalam buku “Dialog dengan Jin Muslim” itu salah. Seorang Rasulullah tak mungkin diperkenankan Allah dibimbing oleh jin. Menurut Habib Al Huda, buku itu hanya mementingkan daya jual, tak mementingkan ketelitian dan keakuratan atas apa-apa yang dituliskan didalamnya.Sesungguhnya, perkenalan pertama sebagai Habib Al Huda adalah sebuah perumpamaan dan penyesuaian atas kesiapan Bunda Lia menerima pendampingan malaikat.
Lia dan jamaahnya selalu menyajikan sesuatu yang tak terduga dan menyentak. Mula-mula, pada 1997, Lia mengaku mendapat wahyu dari malaikat Jibril. Kemudian, pada 18 Agustus 1998, ia memaklumatkan diri dibaiat Jibril sebagai Imam Mahdi. Diumumkannya pula bahwa anaknya, Ahmad Mukti, dibaiat sebagai Nabi Isa. Pengakuan Lia yang kontroversial itu dituangkannya dalam buku Perkenankan Aku Menjelaskan Sebuah Takdir (selanjutnya disingkat PAMST).
 Bagaimana Lia Aminuddin sampai “bertemu dengan Jibril”, dan akhirnya menghimpun Salamullah? Syahdan, semua itu dimulai dari sebuah benda bercahaya kuning yang, kata Lia, muncul, berputar, lalu lenyap persis di atas kepalanya. Itu terjadi di suatu malam, tahun 1974. Di malam sepi itu, Lia sedang duduk santai bersama Dokter Rosmini, adik iparnya, di rumahnya di Jalan Mahoni 30, Jakarta Pusat. Kala itu, Lia seorang ibu rumah tangga biasa, tak begitu memedulikan selain merasa takjub.


2.    Tokoh dibalik Salamullah

Lia mulanya memang perempuan biasa. Tak ada keajaiban pada dirinya. Ibu empat anak ini lahir 21 Agustus 1947 di Makassar, Sulawesi Selatan. Ia anak kedua dari enam bersaudara pasangan Abdul Ghaffar Gustaman dan Zainab. Sang ayah berlatar belakang Muhammadiyah, dikenal sebagai pedagang sekaligus penceramah. Tapi, Lia tak pandai mengaji. Perempuan tamatan SMU ini mengaku terus terang bahwa pengetahuan agamanya tak lengkap.
Pada usia 19 tahun, Juni 1966, Lia disunting Ir. Aminuddin Day, MSc, belakangan dosen Fakultas Teknik Universitas Indonesia. Pasangan ini dikaruniai empat anak. Sebagai ibu rumah tangga modern, Lia banyak beraktivitas di luar rumah sebagai perangkai bunga kering. Ia kerap tampil di televisi memperagakan kemahirannya itu, sehingga namanya dikenal masyarakat. Sebagai pimpinan Salamullah yang awalnya bernapaskan Islam, Lia Aminuddin selalu mengenakan kerudung putih. Dalam setiap kesempatan, ibu empat anak itu tak pernah alpa berkerudung warna kapas, dan menutup auratnya dengan busana muslim warna senada.
Itu dulu. Namun, sejak beberapa waktu lalu, kerudung tadi tinggal kenangan. Penutup kepala itu sudah tersimpan di lemari. Lia, 56 tahun, telah menanggalkannya.  Dan yang pasti, Lia kini meretas jalan baru, yaitu spiritual perenial. Artinya, Lia tak lagi menganut Islam secara formal.

3.    Ajaran- ajaran Salamullah

Ajaran atau seruan yang dilakukan oleh Lia benar- benar tidak masuk akal sebagai contoh pada bulan April 2001, Lia dan Salamullah kembali bikin heboh besar. Mereka mengadakan ritual penyucian diri melalui api. Kepada pengikut setianya, ia mengeluarkan maklumat yang terdengar aneh: “Syekh menyampaikan perintah Allah untuk menggunduli rambut dan membakar sekujur tubuh kita.” Syekh adalah sebutan untuk malaikat Jibril yang diyakini Lia. Ritual penyucian api itu berlangsung 22 April 2001, di Vila Bukit Zaitun, Megamendung, Puncak, Jawa Barat, tempat aktivitas jamaah kala itu dipusatkan.
Kejutan berikutnya, sebagian jamaah Salamullah tak lagi menjalankan syariat Islam, meski tetap mengedepankan zikir dan kebaikan universal. Sikap itu mereka percayai sebagai pelaksanaan petunjuk Jibril yang membawa pesan Allah. “Salah satu yang diperingatkan Allah kepada manusia saat ini adalah cara beragama. Umat beragama rajin beribadah ritual, tapi itu tak berpengaruh dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, Lia aktif melakukan berbagai manuver. Ia mengobarkan perang terhadap Dajal di Tanah Air. Pada 22 Agustus 1999, misalnya, ia dan jamaahnya menyatakan perang terhadap ratu lelembut Nyi Roro Kidul, di Pantai Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat. Para dukun dan tukang santet juga diperangi karena dianggap musyrik. Lia juga memusnahkan aneka benda sakti yang dianggap syirik. Yaitu tongkat –termasuk “tongkat Bung Karno”– keris, jimat, batu cincin, sesajen, serta buku dan majalah “sesat”. Buntutnya, Lia sempat berurusan dengan pengadilan lantaran pemilik “tongkat Soekarno” tak bisa menerima perbuatannya. Lia tak gentar. “Jibril yang minta tongkat itu dimusnahkan,” kata Lia.
 Pada 24 Juni 2000, Lia menyatakan Salamullah sebagai agama baru. Ajaran pokoknya tetap meyakini Nabi Muhammad sebagai nabi terakhir. Tak ada nabi baru setelah Muhammad. Menurut ajaran itu, yang ada adalah kebangkitan kembali Nabi Isa, Imam Mahdi, dan roh orang-orang suci. Adapun kitab sucinya, yang masih terus disempurnakan, adalah Al-Hira. Tapi, sejauh itu, para jamaah Salamullah masih menjalankan salat sebagaimana diajarkan Nabi Muhammad.
 Tentu agama baru tadi sempat membuat masyarakat, utamanya muslim, terkejut. Tapi, kejutan lebih besar menggema manakala Lia menggelar ritual penyucian api, 22 April 2001, di Vila Bukit Zaitun, Puncak. Lia dan jamaahnya bertelanjang bulat menembus kobaran api, setelah seluruh bulu dan rambut di tubuh mereka digunduli. Mereka yakin, ritual itu merupakan “hisab” (perhitungan Allah) untuk membersihkan diri dari segala dosa.
Lia meyakinkan pada jamaahnya bahwa setelah itu mereka seakan terlahir kembali bak bayi tanpa dosa. Toh, ada dua jamaah yang tak diikutsertakan dalam ritual, sesuai dengan petunjuk Jibril. Soalnya, demikian menurut Jibril seperti disampaikan Lia, kedua orang itu masih berlumur dosa sehingga dikhawatirkan api akan menggosongkan tubuhnya. Setelah menganut spiritual perenial, Salamullah melakukan Lawatan Tauhid selama 34 hari, 27 Juli-awal September lalu, ke tempat-tempat kemusyrikan di Jawa dan Bali. Perjalanan ini terkait dengan inti ajaran Salamullah, yaitu ketauhidan. Tidak musyrik dan menyekutukan-Nya. Sebanyak 34 jamaah berkonvoi dengan mobil, mendatangi makam Wali Songo dan tempat pertapaan Parangkusumo di Yogya, Kesultanan Yogya dan Solo, makam Bung Karno, serta pertapaan Gunung Kawi, Jawa Timur. Pesantren pun tak luput dikunjungi. Mereka punya alasan khusus mendatangi tempat-tempat tersebut.



4.    Analisis

Tiadalah sama kerasulan dahulu dan kerasulan di akhir zaman ini. Kala dulu, manusia yang dipilih Tuhan sebagai Nabi dan Rasul menjadi figur sentral pengutusan. Di akhir zaman ini, sentral pengutusan Tuhan adalah malaikat yang dapat berada di mana pun dan menjadi apapun untuk membawakan kehendak Tuhan. Pada era Nabi, Manakala umat manusia telah menyimpang dari ketentuan Allah dengan menyekutukan-Nya dan berbuat angkara murka di bumi-Nya, maka saat itulah Allah memilih salah seorang dari hamba-Nya untuk menerima Wahyu-Nya.
 Sungguh tak ada pengajaran ketauhidan sebaik yang diajarkan dan dicontohkan para nabi kepada kita. Sepanjang zaman para nabi itu menyeru kaumnya agar mengesakan Allah. Sedangkan Jibril senantiasa menjadi pesuruh Allah, menemani, menuntun para Nabi itu di dalam tugasnya mengemban amanah Allah. Dan tiadalah Allah mengutus Jibril kepada hamba hamba-Nya melainkan untuk memperingatkan umat manusia agar bertakwa dan hanya menyembah kepada Allah SWT.
Sebagai contoh Allah pernah menguji Ibrahim untuk menyembelih salah satu dari kedua anaknya yang sangat dicintainya. Adakah cinta kepada anaknya melebihi kesetiaan dan ketaatannya kepada Allah? Sungguh Ibrahim adalah orang yang sangat lembut hatinya namun dia adalah orang yang sangat setia kepada Tuhannya. Dia bersedia mengorbankan anaknya demi kesetiaannya kepada Tuhannya. Namun Allah menggantikan anak yang akan disembelihnya dengan seekor domba.
Demikianlah dicontohkah kepada kita ketauhidan yang hakiki. Ketauhidan yang tidak hanya sekedar mengakui keesaan Allah semata melainkan meluruhkan segala keinginan di dalam kehendak Allah semata. Demikianlah Tuhan menjadikan Musa, Isa dan Muhammad serta para nabi yang lainnya menjadi contoh teladan kehidupan yang meluruh dalam kehendak Tuhan semata (Tauhid). Sungguh para nabi itu telah memberikan contoh yang nyata dan lugas kepada kita semua tentang bagaimanakah seharusnya manusia itu menjalani kehidupannya.

materi PAI

contoh media buku cetak


KATA PENGANTAR
   
Puji syukur kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, Sang maestro jagad raya, Yang mempunyai hak perogratif atas makhluknya, atas limpahan rahmat, taufik, serta hidayahnya, sehingga saya mendapat kesempatan guna menyusun buku teks tambahan bagi mata pelajaran al – qur`an yang ada dalam jenjang pendidikan Madrasah Aliyah kelas 2 .
Buku yang disusun berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ( KTSP ) tahun 2006, mencakup ruang lingkup pada aspek – aspek : kognitif, psikomotorik, dan afektif. Dan berguna untuk menjembatani peserta didik untuk menuai wawasan yang luas tentang al – qur`an. Dengan proses pengembangan yang disesuaikan dengan situasi dan kebutuhan daerah / madrasah serta dilaksanakan dalam penyusunan silabus terinci yang kemudian dijadikan alternative dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran, termasuk dalam penyusunan materi pelajaran.
Dalam melaksanakan tugasnya peserta didik dituntut aktif dalam proses pembelajaran, sedangkan guru hanya sebagai pemberi fasilitas serta mediator. Untuk menunjang kebutuhan dalam pengembangan pemikiran bagi peserta didik, maka dalam buku ini sangat sesuai untuk dijadikan alternatif referensi ( sumber acuan ) khususnya untuk kelas 2 Madrasah Aliyah.
Menyadari bahwa dalam materi pelajaran buku ini masih terdapat kekurangan yang cukup banyak, maka saran dan usul yang membangun akan disambut dengan senang hati, terutama dari para penikmat buku ini yang memang memiliki daya kritis, guna dijadikan introspeksi bagi perbaikan edisi revisi selanjutnya.

Yogyakarta, 27 Mei 2011

penyusun






DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR----------------------------------------------------------------------{1}
DAFTAR ISI---------------------------------------------------------------------------------{2}


SEMESTER I
BAB I FUNGSI DAN KEDUDUKAN AL – QUR`AN ---------------------{3}
  1. Fungsi Al – qur`an---------------------------------------------------{4}
  2. Kedudukan Al – qur`an ---------------------------------------------{4}
Evaluasi --------------------------------------------------------------------{7}

BAB II KEISTIMEWAAN AL – QUR`AN
A. Al-Qur’an sebagai petunjuk yang terbaik dan pedoman hidup{9}
  1. Bukti keunggulan dan keluhuran undang-undang Al-qur’an--{10}
  2. Al-Qur’an sebagai sumber inspirasi-------------------------------{11}
Evaluasi--------------------------------------------------------------------{12}

BAB III MU`JIZAT AL – QUR`AN ---------------------------------------------{13}
  1. Kegunaan Al – qur`an diturunkan----------------------------------{14}
  2. Al-Qur’an sebagai sumber hukum --------------------------------{18}
Evaluasi --------------------------------------------------------------------{19}

REFERENSI --------------------------------------------------------------------------------{20}










BAB I
Fungsi dan kedudukan Al – qur`an





















  1. Fungsi Al-Qur’an

1. Pengganti kedudukan kitab suci sebelumnya yang pernah diturunkan Allah SWT
2. Tuntunan serta hukum untuk menempuh kehidupan
3. Menjelaskan masalah-masalah yang pernah diperselisihkan oleh umat terdahulu
4. Sebagai Obat
 
Dan Kami turunkan dari Alquran suatu yang menjadi obat dan rahmat bagi orang-orang yang beriman, dan (Alquran itu) tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian”. (Al-Isra' (17): 82).
 
5. Petunjuk pada jalan yang lurus1
 
Sesungguhnya Al-Qur'an ini memberi petunjuk pada jalan yang amat lurus. (Al-Isrâ (17) ayat 9.
Barang siapa yang disesatkan Allah SWT ia tidak akan mendapat petunjuk2

  1. Kedudukan Al Qur’an

1. Kitabul Naba wal akhbar (Berita dan Kabar), QS. An Naba’ (7 : 1-2)
2. Kitabul Hukmi wa syariat (Kitab Hukum Syariah), QS. Al Maidah (5) : 49-50
3. Kitabul Jihad, QS. Al Ankabut (29) : 69
4. Kitabul Tarbiyah, QS. Ali Imran (3) : 79
5. Minhajul Hayah (Pedoman Hidup)
       Konsepsi inilah yang pada akhirnya dapat mengeluarkan umat manusia dari kejahiliyahan menuju cahaya Islam. Dari kondisi tidak bermoral menjadi memiliki moral yang sangat mulia. Dan sejarah telah membuktikan hal ini terjadi pada sahabat Rasulullah SAW.
Bahwa sebuah generasi telah terlahir dari da’wah –yaitu generasi sahabat –yang memiliki keistimewaan tersendiri dalam sejarah umat Islam, bahkan dalam sejarah umat manusia secara keseluruhan. Generasi seperti ini tidak muncul kedua kalinya ke atas dunia ini sebagaimana mereka… Meskipun tidak disangkal adanya beberapa individu yang dapat menyamai mereka, namun tidak sama sekali sejumlah besar sebagaimana sahabat dalam satu kurun waktu tertentu, sebagaiamana yang terjadi pada periode awal dari kehidupan da’wah ini…”3
Cukuplah kesaksian Rasulullah SAW menjadi bukti kemulyaan mereka, manakala beliau mengatakan dalam sebuah haditsnya:
Dari Imran bin Hushain ra, Rasulullah SAW bersabda: ‘Sebaik-baik kalian adalah generasi yang ada pada masaku (para sahabat) , kemudian generasi yang berikutnya (tabi’in), kemudian generasi yang berikutnya lagi (atba’ut tabiin).4
Imam Nawawi secara jelas mengemukakan bahwa yang dimaksud dengan ‘generasi
pada masaku’ adalah sahabat Rasulullah SAW. Dalam hadits lain, Rasulullah SAW juga mengemukakan mengenai keutamaan sahabat:
Dari Abu Sa’id al-Khudri ra, Rasulullah SAW bersabda, ‘Janganlah kalian mencela sahabat-sahabatku.Karena sekiranya salah seorang diantara kalian menginfakkan emas sebesar gunung uhud, niscaya ia tidak akan dapat menyamai keimanan mereka, bahkan menyamai setengahnya pun tidak.5
  Terdapat tiga hal yang melatar belakangi para sahabat sehingga mereka dapat menjadi khairul qurun, yang tiada duanya di dunia ini. Secara ringkasnya adalah sebagai berikut: pertama, karena mereka menjadikan Al-Qur'an sebagai satu-satunya sumber petunjuk jalan, guna menjadi pegangan hidup mereka, dan mereka membuang jauh-jauh berbagai sumber lainnya. Kedua, ketika mereka membacanya, mereka tidak memiliki tujuan untuk tsaqofah, pengetahuan, menikmati keindahannya dan lain sebainya. Namun mereka membacanya hanya untuk mengimplementaikan apa yang diinginkan oleh Allah dalam kehidupan mereka. Ketiga, mereka membuang jauh-jauh segala hal yang berhubungan dengan masa lalu ketika jahiliah. Mereka memandang bahwa Islam merupakan titik tolak perubahan, yang sama sekali terpisah dengan masa lalu, baik yang bersifat pemikiran maupun budaya.6
         Dengan ketiga hal inilah, generasi sahabat muncul sebagai generasi terindah yang pernah terlahir ke dunia ini. Di sebabkan karena ‘ketotalitasan’ mereka ketika berinteraksi dengan Al-Qur’an, yang dilandasi sebuah keyakinan yang sangat mengakar dalam lubuk sanubari mereka yang teramat dalam, bahwa hanya Al-Qur’an lah satu-satunya pedoman hidup yang mampu mengantarkan manusia pada kebahagiaan hakiki baik di dunia maupun di akhirat.
Al-Qur’an adalah sebagai mukjizat yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad saw untuk disampaikan ajarannya kepada umat Islam agar menjadi kallam atau petunjuk hidup umat manusia.

       
Al Quran ini adalah pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini. (Q.S Al-Jatsiyah : 20)
6. Kitabul Ilmi, QS. Al Alaq (96) : 1-5











Evaluasi
  1. Apa definisi al – qur`an ?
  2. Apa saja fungsi Al – qur`an yang kamu ketahui ?
  3. Bagaimana kedudukan al – qur`an bagi makhluk Allah ?
  4. Apa yang disebut Khoirul kurun dan apa yang melatarbelakangi label tersebut ?
  5. Apa dalil al – quran, bahwa alqur`an adalah pedoman hidup ?
  6. Apa saja kedudukan Al – qur`an?
  7. Uraikan penjalasan tentang minhajul hayah?
  8. Bagaimana penerapan fungsi dan kedudukan al – qur`an pada kehidupan kita sehari – hari
  9. Apa hikmah dibalik diturunkannya al – qur`an ?
  10. Apa sikap kita terhadap orang yang selalu mendustakan ayat al – qur`an?

jawaban
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
KEISTIMEWAAN AL – QUR`AN





























  1. Al-Qur’an sebagai petunjuk yang terbaik dan pedoman hidup

  • Memberi keterangan tentang identitas manusia; asal-usul kehidupan dan kesudahannya, perlengkapan jasmani dan rohaninya, karakter dasar dankecenderungannya.
  • Keteranagan tentang persoalan dan masalah hidup yang bakal ditempuh dan dihadapi oleh umat manusia.
  • Menjelaskan dan memisahkan jalan yang hak dari yang bathil, yang hakiki dari yang imitasi, yang baik dari yang buruk, yang adil dari yang dzalim, jalan yang menyelamatkan dari yang menyesatkan dsb.
  • Memberikan pemimpin agar manusia terhindar dari kebahagiaan yang palsu dan kebahagiaan yang semu dll.
  • Merangsang umat manusia supaya hidup dengan dinamis, mendorong untuk mencapai kejayaan hidup.
  • Memberi “Tandzir” peringatan tentang jalan yang mesti ditempuh untuk memperoleh kebahagian hidup.
  • Sebagai “nuran” pelita yang tidak akan pernah pudar.
  • Sebagai “Rahmatan” selalu membawa manusia kepada rahmat dan ridho-Nya.
                
Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih Lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu'min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar, (Q.S Al-isra’ : 9)





  1. Bukti keunggulan dan keluhuran undang-undang Al-qur’an
  • Pokok-pokok perbedaan hokum Qur’ani dan undang-undang hasil ciptaan manusia.
  • Nilai-nilai dasar yang diletakan bagi kehidupan manusia.
  • Perbaikan-perbaikan hidup manusia diciptakan terdapat dalam Al-qur’an.
  • Macam-macam hokum yang dikandung Al-Qur’an.
  • Asas-asas pembantukan hukum dalam Al-Qur’an.
  • Metode Al-Qur’an dalam menjelaskan hukum.

Dalam bidang akidah:
  • Untuk menhidupkan, mengembangkan, dan menyempurnakan jiwa sebagai manusia merasa derajatnya tidak lebih rendah ketika berhadapan dengan manusia lain.

Dalam bidang akhlak:
  • Manusia agar menyerahkan hati dan jiwa pada sifat yang terpuji, seperti: jujur, setia kawan, persaudaraan,adil, murah hati, tolong menolong dll

Al-Qur’an mengajarkan prinsip paling efektif dalam hal menciptakan dan meraih kemaslahatan juga menghindarkan bahaya dan kemudaratan. Al-Qur’an juga mengajarkan musyawarah dalam memecahkan masalah yang belum jelas. Posisi Al-Quran juga sebagai disiplin ilmu keislaman..

  1. Al-Qur’an sebagai sumber inspirasi
  • Secara sederhana, sains dapat dikatakaan sebagai produk manusia daalam meenyibaak realitas,seetiaap bangunan sains selalu berpijak pada tiga pilar utama yakni ontologis, aksiologis, dan epistimologis.
  1. ontologis : hal yang menjadi subyek ilmu. Islam harus menerima realitas material maupun non material.
        
Maka aku bersumpah dengan apa yang kamu lihat. Dan dengan apa yang tidak kamu lihat. (al haqqoh 38-39)


  1. aksiologis : hal yang terkait dengan tujuan ilmu pengetahuan dibangun dan dirumuskan. Tujuan ilmu pengetahuan islam adalah mengenal sang Pencipta.
                     
.(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan Kami, Tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci Engkau, Maka peliharalah Kami dari siksa neraka. (ali imran 191)

  1. epistimologis : dengan apa kita meencapai pengetahuan. Manusia memiliki pendengaran, penglihatan, dan hati sebagai alat unttttuk memperoleh pengetahuan.
                
dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam Keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur. (an nahl 78)








Evaluasi

  1. Uraikan penjelasan Al – qur`an sebagai pedoman hidup dan tujuan hidup?
  2. Uraikan penjelasan Al – qur`an sebagai inspirasi kehidupan?
  3. Uraikan penjelasan tentang bukti keunggulan dan keluhuran undang – undang yang terkandung dalam al – qur`an?
  4. Jelaskan konsep ontologis, epistimologis, serta aksiologis dalam topic al – qur`an tentang sains?
  5. Coba berikan salah satu contoh sumber inspirasi dalam al – qur`an yang dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari – hari?


jawaban
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………...........

MUKJIZAT AL – QUR`AN





  1. Guna Al-Qur’an diturunkan
  • Jadi petujuk bagi manusia
            ....
(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). (al baqoroh 185)

  • Didalami isinya
              
Maka Apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran? kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya. (an-nissa 82)

  • Penasihat bagi manusia
                                           
. Katakanlah: "Siapakah yang lebih kuat persaksiannya?" Katakanlah: "Allah". Dia menjadi saksi antara aku dan kamu. dan Al Quran ini diwahyukan kepadaku supaya dengan Dia aku memberi peringatan kepadamu dan kepada orang-orang yang sampai Al-Quran (kepadanya). Apakah Sesungguhnya kamu mengakui bahwa ada tuhan-tuhan lain di samping Allah?" Katakanlah: "Aku tidak mengakui." Katakanlah: "Sesungguhnya Dia adalah Tuhan yang Maha Esa dan Sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan (dengan Allah)".(al an’aam 19)

  • Jadi rahmat
        
. dan apabila dibacakan Al Quran, Maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat. (al a’raaf 204)

  • Kisah-kisah umat terdahulu.
                                 
Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy untuk mengatur segala urusan. tiada seorangpun yang akan memberi syafa'at kecuali sesudah ada izin-Nya. (Dzat) yang demikian Itulah Allah, Tuhan kamu, Maka sembahlah Dia. Maka Apakah kamu tidak mengambil pelajaran? (yunus 3)

  • Menerangkan yang belum jelas
       
Alif, laam, raa. (Surat) ini adalah (sebagian dari) ayat-ayat Al-Kitab (yang sempurna), Yaitu (ayat-ayat) Al Quran yang memberi penjelasan. (al hijr 1)

  • Memberi kabar gembira
                
Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih Lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu'min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar, (al israa 9)

  • Peringatan
          
dan Sesungguhnya dalam Al Quran ini Kami telah ulang-ulangi (peringatan-peringatan), agar mereka selalu ingat. dan ulangan peringatan itu tidak lain hanyalah menambah mereka lari (dari kebenaran). (al israa 41)

  • Pemisah antara yang beriman dan yang tidak
            
dan apabila kamu membaca Al Quran niscaya Kami adakan antara kamu dan orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, suatu dinding yang tertutup, (al israa 45)

  • Obat penyakit hati
              
dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian. (al israa 82)

  • Melemahkan yang menentangnya
                   
Katakanlah: "Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al Quran ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan Dia, Sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain". (al israa 88)



  • Berisi perumpamaan
              
dan Sesungguhnya Kami telah mengulang-ulang kepada manusia dalam Al Quran ini tiap-tiap macam perumpamaan, tapi kebanyakan manusia tidak menyukai kecuali mengingkari (Nya). (al israa 89)

  • Tidak untuk menyakiti
     
Kami tidak menurunkan Al Quran ini kepadamu agar kamu menjadi susah; (at thaha 2)

  • Kitab Allah yang terang
       
Thaa Siin (Surat) ini adalah ayat-ayat Al Quran, dan (ayat-ayat) kitab yang menjelaskan,(an naml 1)
  • Mengisahkaan pertikaian Bani israil
            
Sesungguhnya Al Quran ini menjelaskan kepada Bani lsrail sebahagian besar dari (perkara-perkara) yang mereka berselisih tentangnya. (an naml 76)

  • Bacaan bagi umat islam
                 
dan supaya aku membacakan Al Quran (kepada manusia). Maka Barangsiapa yang mendapat petunjuk Maka Sesungguhnya ia hanyalah mendapat petunjuk untuk (kebaikan) dirinya, dan Barangsiapa yang sesat Maka Katakanlah: "Sesungguhnya aku (ini) tidak lain hanyalah salah seorang pemberi peringatan".


  • Untuk dipikirkan
      
Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Quran dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya”. (Yusuf 2)

  1. Al-Qur’an sebagai sumber hukum
Hukum yang terkandung didalam Al-Qur’an ada tiga macam :
  1. hukum-hukum I'tiqodiyah : hal-hal yang berkaitan dengan keimanan.
  2. hukum moralitas : berhubungaan dengan sesuatu yang harus dijadikan perhiasaan oleh mukallaf.
  3. hukum amaliyyah : yang bersangkut paut dengan sesuatu yang timbul dari mukallaf.
Hukum amaliyyah terdiri dari dua macam
  • hukum-hukum ibadah
  • hukum-hukum muamalat



















Evaluasi
  1. Mengapa Al – qur`an diturunkan kepada manusia?
  2. Coba uraikan mu`jizat dalam al – qur`an ?
  3. Hokum – hokum apa saja yang terkandung dalam Al – qur`an ?
  4. Nilai – nilai apa saja yang dapat kita ambil dari penjelasan tentang mu`jizat al – qur`an ?
  5. Bagaimana korelasi Al – qur`an dengan kisah – kisah umat terdahulu ?
  6. Coba utarakan pendapatmu bahwa Al – qur`an adalah kalam Allah dan tidak ada campur tangan manusia dalam proses pembuatannya ?

Jawaban
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….


























DAFTAR PUSTAKA

Faridi Miftah dan Syihabudin Agus, “ Al-Qur’an sumber hukum yang pertama “
Dahlan Abd rahman, “ kaidah-kaidah penafsiran Al-Qur’an “
Ash Shiddieqy hasb, “ Tafsir Al-Qur’anul Majid An-Nur “
Aly Ash Shabany mohammad, “ At-Tibyan fiulumil Qur’an “
www.google.com// fungsi dan kedudukan Al-Qur’an




























1 Tafsir al-Qur’annul majid “an-nur” juz xvii hal. 18-19
2 Manhilul irfan, juz I. hal .545
3 Sayid Qutub (1993 : 14)
4 H.R Bukhori

5 HR. Bukhari
6 Sayid Qutub (1993 : 14 – 23)

materi PAI

ETIKA BERTAMU
Setiap manusia pasti pernah bertamu atau paling tidak menerima bertamu dirumahnya, entah itu dari kalangan kerabatnya, tetangga, teman sejawat, atau yang lainnya. Etika bertamu merupakan salah satu cara yang mendapatkan perhatian khusus dalam ajaran agama Islam. Diantara tata cara bertamu tersebut adalah:
A.    Etika yang harus diperhatikan oleh penerima tamu
a)    Niat yang bersih
Dalam buku terjemahan Ensiklopedia Etika Islam halaman 737 dijelaskan bahwasanya Jika seseorang akan menerima tamu, sebaiknya dia berniat terlebih dahulu, bahwa apa yang dia lakukan seperti menyambut tamu atau menyiapkan hidangan bagi tamunya, hanya dia tujukan untuk mendapatkan ridha Allah. Begitu halnya dengan orang yang akan bertamu harus berniat untuk mendapatkan ridha Allah pada saat memenuhi undangan temannya atau hanya sekedar ingin bersilaturahmi dengan kawannya. Dengan demikin, baik orang yang bertamu maupun yang menerima tamu akan mendapatkan  pahala dari Allah, apabila dia mengawalinya dengan niat yang telah disebutkan di atas.
b)    Menyambut tamu dengan baik
Dalam buku Ensiklopedia Etika Islam halaman 738 menguraikan tata cara menyambut tamunya dengan senyuman, wajah yang ceria, dan ungkapan-ungkapan yang santun, dimana ini akan sangat menyejukan hati tamu yang akan hadir ditempatnya dan juga akan membuat tamu tersebut akan memiliki tempat tersendiri dihati tuan rumah
Dalam buku tersebut juga dijelaskan jika tuan rumah menyambut kedatangan tamunya dengan wajah maam dan juga sikap yang tak ramahmaka akan membuat tamunya tersakiti dan enggan berkunjung lagi kerumahnya, bahkan tamu tersebut ingin cepat-cepat pulang walaupun tuan rumah sudah memenuhi segala hal yang berkaitan dengan hak-hak tamunya.


Penulis juga mengutip sebuah syair yang bunyinya:
Penghargaan bagi seorang tamu,
Bukan dengan banyaknya orang yang menyambut…
Akan tetapi, keramahan dan wajah yang berseri,
Itu merupakan penghargaan bagi tamu…
c)    Mempersilahkan tamu untuk duduk
Selayaknya mempersilahkan tamu untuk duduk ditempat yang nyaman ditampatdudukyangtidaktarlalutransparanatautempatyangberaromasedap merupakan suatu penghormatan bagi tamu.
d)    Menghargai tamu
Tuan rumah seharusnya bersegera dalam memenuhi hak-hak tamunya, dengan menyuguhkan hidangan ala kadarnya. Dan jangan sampai tamu keburu pamit. Dalam Al-qur’an telah memberikan tuntunan mengenai hal ini, seperti dalam Q.S Adz-Dzariyat : 24-27
“Sudahkah sampai kepadamu (Muhammad) cerita tentang tamu Ibrahim (yaitu malaikat-malaikat) yang dimuliakan? (Ingatlah) ketika mereka masuk ke tempatnya lalu mengucapkan: "Salaamun". Ibrahim menjawab: "Salaamun (kamu) adalah orang-orang yang tidak dikenal." Maka dia pergi dengan diam-diam menemui keluarganya, Kemudian dibawanya daging anak sapi gemuk. Lalu dihidangkannya kepada mereka. Ibrahim lalu berkata: "Silahkan anda makan."
e)    Menyuguhkan makanan
Dalam hal ini  merupakan etikan yang ditunjukan yang ditunjukan oleh Al-Qur’an dalam syrat adz-dzariyat yang berbunyi, Faqqoribhu Ilayhim, artinya: lalu dihidangkan kepada mereka.
f)    Tidak memaksakan diri
Sebagai tuan rumah seharusnya tidak terlalu memaksakan diri dalam melayani tamunya sehingga dia memikul beban berat hanya karena ingin menghormati tamunya.akan tetapi, cukup bagi tuan rumah tersebut menghidangkan makanan yang layak sesuai dengan kemampuannya, tanpa harus mengurangi rasa hormat pada tamunya.

g)    Memenuhi hak tamu
Menurut sunnah, memberikan pelayanan yang terbaik bagi tamu itu sehari semalam, dan bertamu itu paling maksimal selama tiga hari tiga malam. Tidak lazim bagi seseorang untuk bertamu lebih dari tiga hari, akan tetapi pelayanan yang diberikan diatas tiga hari dianggap sedekah.
h)    Mengantar tamu samoai pintu
Pada saat tamu ingin berpamitan, maka tuan rumah berkewajiban mengantarkan tramunya sampai pintu rumah, karena hal itu merupakan dari sikap hormat kepada tamu. Dan selayaknya sebagai tuan rumah tidak menutup pintunya sampai tamunya benar-benar pergi dan masuk kedalam kendaraannya.

B. Etika bagi orang yang bertamu
Dalam buku ini juga dijelaskan mengenai sikap atau etika bagi orang yang bertamu, yaitu:
1. Memenuhi Undangan Bila Diundang
Dalam buku tersebut juga dijelaskan jika diundang, maka seorang muslim wajib memenuhi undangan dari saudaranya itu. Penulis memberikan contoh Sebagaimana dikatakan oleh Rasulullah saw, Hak seorang muslim atas saudaranya sesama muslim ada enam:....apabila engkau diundang, maka penuhilah undangan itu.....oleh karena itu, wajib memenuhi undangan tersebut, selam tidak mengandung unsur-unsur kemungkaran yang tidak mampu dia ubah,atau dia mengetahui bahwa harta si pengundang mengandung hal-hal yang haram.
2.Beretika dengan Etika Meminta Izin dan Berkunjung
Penjelasan tentang etika meminta izin dan berkunjung dijelaskan secara gamblang pada bab penjelasan pembahasan lain dalam buku ini. Seorang yang bertamu, harus memilih waktu yang tepat untuk bertamu, mengetuk pintu degan santun, dan tidak menghadap pintu secara langsung (tidak berdiri tepat di depan pintu atau berdiri agak menyamping). Kemudian mengucapkan  salam dan bersikap yang wajar serta menahan pandangan dan tidak berteriak. Mengambil tempat duduk yang sesuai dengan arahan tuan rumah setalah dia dipersilahkan.
Seorang yang bertamu hendaknya tidak banyak melihat keadaan di sekitar dan tidak bersikap seperti memata-matai tuan rumahnya. Tidak memanjang-manjangkan  waktu berkunjung diluar kepentingan. Apabila akan pulang, seorang tamu harus pamit terlebih dahulu kepada tuan rumahnya, dia tidak pergi kecuali setelah mendapatkan izin dari tuan rumah. Masih banyak etika bertamu, untuk lebih jelasnya, silahkan lihat bab meminta izin dan berkunjung.
3. Berterima Kasih Terhadap Tuan Rumah
Seorang tamu, wajib berterima kasih kepada tuan rumah atas penerimaan dan sambutan dari tuan rumah.Itulah yang diajarkan oleh islam melalui sabda Rasulullah saw,Barang siapa tidak berterima kasih kepada manusia, tidak akan berterima kasih kepada Allah. Rasulullah saw juga pernah mendoakan orang yang menghormatinya, dia berkata kepada Sa’ad bin ‘Ubadah setelah dia menyediakan makanan untuk dia. Orang –orang yang berpuasa telah berbuka di tempatmu, orang –orang baik telah menikmati hidangan dan para malaikat bershalawat kepadamu. Rasulullah juga mendoakan Abdullah bin Basr setelah dia menghidangkan makanan untuk dia,” Ya Allah Berkahilah segala yang engkau karuniakan untuk mereka, ampunilah dan sayangilah mereka.”
4. Memperhatikan Etika Makan dan Minum
Hal itu dijelaskan pada bab lain dalam buku ini. Setiap orang harus memperhatikan etika-etika itu ketika mereka duduk untuk makan bersama tuan rumah. Hal itu bukan sekedar kewajiban, akan tetapi untuk kebaikan bagi  diri mereka sendiri dan kebaikan bagi saudaranya, di samping untuk memperoleh keberkahan bagi kedua belah pihak. Di samping itu, untuk menghilangkan rasa tidak betah bagi tuan rumah terhadap tamunya.
5. Tidak Menjadi Beban bagi Tuan Rumah
Jika seorang tamu mendapati tuan rumah dalam keadaan berat atau sulit untuk memenuhi kewajiban-kewajibannya terhadap tamu maka hendaknya dia tidak berlam-lama yang menjadikan tuan rumah merasa terbebani atau sempit. Seoarng tamu agar tidak memaksa bertamu, yang mungkin akan membuatnya membicarakan aib tamu itu karena sikap buruknya. Sebagaimana sabda Rasulullah saw,…….dan tidak halal baginya untuk menetap sehingga menjadi beban baginya (tuan rumah).                

materi PAI

KRONOLOGI SEJARAH NABI MUHAMMAD SAW (571-632)
A.    MASA PRA KENABIAN

Kronologi Waktu    Peristiwa yang terjadi      
          
20 April 571 M – Muhammad lahir
    -    Keturunan Abdullah bin Abd Mutalib dari pihak bapak, dan Aminah binti Wahab dari pihak Ibu
-    Bapaknya meninggal ketika Muhammad masih dalam kandungan.
-    Disusukan pertama kali kepada Tsuwaibah, budaknya Abu Lahab, selama beberapa hari, kemudian disusui Halimah as-Sa’diyah sampai umur 4 tahun. Setelah itu diasuh oleh ibunya.
-    Umur 6 tahun Ibunya wafat, pengasuhan diberikan kepada kakeknya, Abdul Mutalib.
-    Umur 8 tahun kakeknya wafat, dan pengasuhan beralih ke pamannya, Abu Talib      
583 M- Masa Dewasa    -    Umur 12 tahun diajak pamannya berdagang ke Syria, dan bertemu dengan pendeta Buhaira, yang mengetahui tanda kenabian padanya.
-    Umur 15 tahun terjadi perang Fijar (artinya pendurhakaan),antara suku Qurays dan Kinanah di satu pihak, melawan suku Hawazin. Perang ini berlangsung selama 4 tahun. Muhammad terlibat dalam perang ini.      
596 M- menikah dengan Khadijah    -    Umur 25 tahun menikah dengan Khadijah binti Khuwailid, janda kaya dan cantik yang berumur 40 tahun. Dikaruniai 6 orang anak; Zainab, Ruqayah, Umi Kulsum, Fatimah, Qasim, dan Abdullah. Anak laki-lakinya meninggal ketika masih kecil. Ruqayah dan Umi Kulsum menikah dengan Usman bin Affan, Fatimah menikah dengan Ali bin Abi Talib dan memiliki 2 putra, Hasan dan Husein.    

B.    MASA KENABIAN
1.    PERIODE MEKKAH

Kronologi Waktu    Peristiwa yang Terjadi      
6 Agustus 610 M/17 Ramadhan 13 tahun sebelum Hijrah    -    Menerima wahyu pertama (surat al-‘Alaq 1-5) di Gua Hira.
-    Mulai melakukan dakwah di Mekkah yang dibagi dalam tiga tahap:
1.    Dakwah secara diam-diam, dilakukan terhadap keluarga dan sahabat dekatnya. Yang masuk Islam a.l: Khadijah, Ali bin Abi Talib, Zaid bin Haritsah (budak Muhammad yang dimerdekakan dan menjadi anak angkat), Abu Bakar, Usman bin ‘Affan, Zubair bin Awwam, Sa’ad bin Abi Waqqas, Talhah bin Ubaidillah, Bilal Ibn Rabi’ah, dll. Tempat dakwah dilakukan di rumah Arqam bin Abi al-Arqam dan berlangsung selama 3 tahun.
2.    Dakwah semi terbuka, yang menjadi sasaran adalah Bani Hasyim (klan Muhammad) dan seluruh penduduk Mekkah.
3.    Dakwah Terbuka, perluasan jangkauan dakwah kepada seluruh penduduk Mekkah da juga para peziaran yang dataing ke Mekkah untuk hajji.      
615 M- Hijrah pertama    -    Tekanan keras dari Quraiys menyebabkan Nabi mengungsikan umatnya ke Habsy (Abissinia), sebuah kerajaan yang dipimpin Negus dan beragama Kristen. Tahap pertama diikuti oleh 10 laki-laki dan 4 perempuan diantaranya Mus’ab bin Umair. Tahap kedua diikuti 81 laki-laki dan 18 orang perempuan termasuk Usman bin ‘Affan.      
619 M –Amul Huzni (Tahun berkabung)     -    Khadijah dan Abu Talib meninggal, sehingga pelindung Nabi tidak ada. Tekanan kaum Qurays semakin keras dan menyiksa pengikut Nabi.
-    Nabi melakukan Isra’ Mi’raj (27 rajab 11 tahun setelah kenabian).      
620/621 M –Baitul Aqabah    -    Terjadi perjanjian yang disebut dengan Baitul Aqabah sebanyak dua kali. Baitul ‘Aqabah pertama (620M) 12 laki-laki Yasrib masuk Islam. Baitul Aqabah kedua (621M) 73 orang laki-laki dan 2 orang perempuan dari  Yathrib masuk Islam.
-    Pasca Baitul ‘Aqabah, kekerasan terhadap pengikut Nabi semakin meningkat
-    Sebab-sebab Penentangan Qurays terhadap ajaran nabi:
1.    Persaingan pengaruh dan kekuasaan, mereka belum bisa membedakan antara kenabian dan kerajaan.
2.    Kesamaan derajat yang dibawa Nabi berlawanan dengan tradisi Arab yang membedakan status orang dalam kehidupan.
3.    Takut bangkit setelah Nabi, terkait dengan ajaran Nabi tentang hari akhir (qiyamah), hari pembalasan (hisab), dan hari kebangkitan (bi’sah).
4.    Taklid kepada nenek moyang, tradisi nenek moyang harus dijunjung tinggi.
5.    Perniagaan patung, dengan dilarangnya berhala akan merugikan perekonomian mereka.   


2.    PERIODE MADINAH

Kronologi Waktu    Peristiwa Yang Terjadi      
September 622 M- Hijrah ke Madinah    -    Nabi dan pengikutnya hijrah ke Yasrib, yang kemudian disebut dengan Madinah. Pengikut Nabi berangkat duluan, dan nabi Muhammad sampai di Madinah tanggal 24 September 622M.
-    Masyarakat Madinah terdiri dari suku-suku Arab (suku Aws dan Khazraj) dan suku Yahudi (Bani Qainuqa, bani Nadhir, dan Bani Quraidhah).
-    Nabi melakukan reformasi masyarakat dengan cara:
1.    Membentuk kesatuan ummah (kesatuan religious) untuk mengganti fanatisme kesukuan. Kaum Ansar (penolong/penduduk asli Madinah) dan Muhajirin (pengungsi/orang Mekkah) diikat dalam satu kesatuan tanpa membedakan asal sukunya. Kesamaan mereka adalah sama-sama beragama Islam.
2.    Menata system ibadah, social, ekonomi, dan politik berdasarkan al-Qur’an.
3.    Lembaga pertama yang didirikan adalah masjid, yaitu masjid Quba (dibangun saat Nabi beristirahat dalam perjalanan hijrah ke Madinah), dan masjid Nabawi (dibangun ketika nabi sampai di Madinah). Fungsi masjid saat itu disamping sebagai tempat ibadah adalah temapt pertemuan, musyawarah, belajar mengajar, dan pengadilan.
4.    Menyusun piagam Madinah, yaitu diakuinya hak tiap-tiap golongan untuk memeluk dan menjalankan agamanya masing-masing.
5.    Masyarakat Islam dibangun atas dasar: asas persaudaraan (al-ikha), persamaan (al-musawa), toleransi (tasamuh), musyawarah (at-tasywir), tolong menolong (ta’awun), dan keadilan (al-‘adalahi).       
624M/17 Ramadhan 2 H- Perang Badar    -    Sebab-sebab Perang Badar:
1.    Umat Islam menghadang kafilah dagang Qurays yang dipimpin oleh Abu Sufyan.
2.    Abu Sufyan mengirimkan utusan ke Mekkah untuk menyiapkan pasukan menghadapi umat Islam.
3.    Umat islam berjumlah 300 orang dan pasukan Qurays sebanyak 1000 orang.
4.    Disebut dengan Yaumul Furqan, dan umat Islam memperoleh kemenangan.      
2 H- Pengusiran Bani Qainuqa    -    Bani Qainuqa diusir dari Madinah karena mereka melanggar perjanjian damai dengan umat Islam.      
625M/bulan Sya’ban 3H –Perang Uhud    -    Disebabkan dendam orang Mekkah atas kekalahannya dalam perang Badar.
-    Pasukan Mekkah dipimpin Abu Sufyan sebanyak 3000 orang, dan umat Islam sekitar 1000 orang.
-    Kaum Munafik yang dipimpin Abdullah Ibn Ubay mengundurkan diri dari pasukan islam.
-    Umat Islam kalah karena ketidakdisiplinan mereka dan perebutan harta rampasan. Paman Nabi, Hamzah, gugur dalam perang ini akibat tikaman lembing Wahsyi, seorang budak Abu Jahal. Nabi Muhammadpun mengalami luka, namun selamat dalam perang ini.       
4 H- Pengusiran Bani Nadhir    -    Bani Nadhir diusir karena mereka berencana membunuh Nabi tetapi gagal.      
627M/bulan Syawal 5H- Perang Khandzaq    -    Kekalahan umat Islam semakin membuat orang Mekkah berambisi untuk menghancurkannya.
-    Mereka membentuk pasukan gabungan (al-ahzabi), yang terdiri dari orang-orang Mekkah, tentara bayaran dari suku-suku Badui dan Abyssinia.
-    Salman al-Farisi mengusulkan kepada nabi agar menggunakan taktik bertahan dengan membuat parit (khanzaq) mengelilingi Madinah.
-    Bani Quraidah menghasut dan menyerang umat Islam dari belakang. Mereka kemdian dihukum mati.      
628M- Perjanjian Hudaibiyah    -    Nabi dan pengikutnya hendak menunaikan haji ke Mekkah. Di tengah perjalanan (daerah Hudaibiyah) mereka dihadang orang Mekkah dan terjadi perjanjian yang isinya:
1.    Permusuhan kedua pihak berhenti selama 10 tahun.
2.    Orang Quraisy yang bergabung dengan nabi harus dikembalikan, tetapi orang Islam yang bergabung dengan Qurays tidak dikembalikan.
3.    Setiap kabilah bebas bersekutu dengan kedua belah pihak.
4.    Tahun ini umat Islam tidak boleh masuk Mekkah, tahun depan boleh tapi tanpa senjata.
-    Nabi mengirim surat kepada para gubernur dan raja untuk masuk Islam, diantaranya: kaisar Romawi, Kisra Persia, Gubernur Yaman, Kaisar Habsy, dan Gubernur Mesir.      
630M/20 Ramadhan 8H- Fathu Mekkah    -    Penyebabnya adalah pelanggaran orang Qurays terhadap perjanjian damai. Mereka bersekutu menyerang suku yang berafiliasi dengan umat Islam.
-    Nabi dan pengikutnya (berjumlah 10.000 orang) memasuki Mekkah melalui empat arah dengan tanpa kekerasan.
-    Penduduk Mekkah menyerah dan mendapatkan perlindungan dari nabi.
-    Nabi menuju Ka’bah dan menghancurkan 360 buah berhala yang menempel di dindingnya.      
630-631M- Sanah al-Wufud    -    Tahun-tahun ini banyak utusan/delegasi yang  datang dan menawarkan persekutuan dengan Nabi.      
632/25 Zulqa’dah 10 H- Haji Wada’    -    Nabi dan umat Islam melaksanakan haji yang terakhir      
8 Juni 632- Nabi Wafat      -    3 bulan setelah haji Wada’ Nabi meninggal dunia dalam usia 63 tahun   

PEMERINTAHAN KHULAFA AR-RASYIDIN
11-40H/632-661M


Aspek    Abu Bakar As-Siddiq    Umar Ibn al-Khattab    ‘Usman Ibn ‘Affan    Ali Ibn Abi Talib      
Tahun Pemerintahan    11-13H/622-634M    13-23H/634-644M    23-35H/644-656M    35-40H/656-661M      
Sistem Pemilihan    Hasil musyawarah umat Islam di Tsaqifah Bani Sa’adah    Ditunjuk Abu Bakar setelah berkonsultasi dengan para sahabat    Dipilih oleh dewan (7 orang) yang ditetapkan Umar (Ali bin ABi Talib, Usman, Saad bin Abi Waqqas, Abdurrahman bin Auf, Zubair bin Awwam, Talhaha bin Ubaidillah, dan Abdullah bin Umar).    Dipilih oleh umat Islam Madinah.      
Kebijakan politik    1.    Mengkonsolidasikan persatuan umat islam dengan memerangi kaum riddah yang berupaya memisahkan diri dari komunitas ummah.
2.    Memerangi nabi palsu dan pembangkang zakat.
3.    Kekuasaan bersifat sentral, yang meliputi legislative, eksekutif, dan yudikatif.
4.    Memulai ekspansi wilayah ke Syria    1.    Pembentukan diwan (departemen) dengan mengadopsi model Persia
2.    Pendirian Baitul Mal
3.    Pengelompokan masyarakat menjadi muslim dan non-muslim (zimmy). Non muslim dikenakan kharaj (pajak tanah) dan jizyah (pajak kepala).
4.    Perluasan wilayah (ekspansi) ke luar Arabia, mencakup: Palestina, Syria, Iraq, Persia, Mesir.
5.    Pembentukan 8 propinsi: Mekkah, Madinah, Syria, Jazirah, Basrah, Kufah, Palestina, Mesir.
6.    Menumbangkan kekuasaan Byzantium di bagian Barat dan Persia di bagian Timur.
7.    Pengangkatan qadi di tiap-tiap propinsi.
    1.    Membentuk lembaga pertukaran tanah.
2.    Nepotisme dalam penentuan pejabat pemrintahan, terutama pada 6 tahun terakhir masa pemerintahannya.
3.    Melanjutkan ekspansi masa Umar, meliputi wilayah: Tripoli, Tabristan, Kabul, Harah.
4.    Membangun angkatan laut.
5.    Muncul pemberontakan di Kufah (655) dan Mesir (656).    1.    Mengkonsolidasikan umat Islam pasca terbunuhnya Usman Ibn Affan.
2.    Memerangi kaum khawarij.
3.    Menghadapi perang jamal (656) antara Ali dengan ‘Aisyah, Zubair, dan Tolhah.
4.    Menghadapi perang Siffin melawan pasukan Muawiyah (gubernur Syria) tahun 37 H.      
Kontribusi bagi Peradaban    1.    Memulai usaha pengkodifisian al-Qur’an atas saran Umar Ibn Khattab.    1.    Pembangunan kanal, saluran irigasi.
2.    Pembangunan kota-kota baru (Basrah, Kufah, Fustat) dengan struktur: masjid, perumahan, perkantoran, sarana umum, saluran air, dan pasar.
3.    Pemakaian kalender hijriyah
4.    Ijtihad kreatif.
5.    Perkembangan ilmu pengetahuan, seperti lahirnya ilmu Qiraat, ilmu tafsir, ilmu fiqh    1.    Penyeragaman dialek al-Qur’an dalam mushaf Usmani
2.    Perkembangan arsitektur, terutama masjid, seperti masjid al-haram, masjid nabawi, dan masjid al-‘atiq di Mesir.    1.    Lahir ilmu Nahwu terutama di Basrah dan Kufah.
2.    Berkembang khat al-Qur’an.
3.    Perkembangan sastra, kumpulan khotbah Ali yang terkenal adalah: Nahjul Balaghah.      
Akhir Pemerintahan    Memerintah hanya dalam waktu 2 tahun dan meninggal setelah menderita sakit.    Memerintah selama 10 tahun dan meninggal karena dibunuh oleh seorang budak (Abu Lu’lu’) yang mendendam padanya.    Memerintah paling lama, yaitu 12 tahun. 6 tahun pertama penuh prestasi, tetapi 6 tahun berikutnya penuh nepotism. Dia meninggal karena dibunuh oleh pemberontak dari Mesir.    Memerintah dalam situasi kacau, karena perpecahan di kalangan umat Islam. Pemerintahannya penuh pemberontakan, dan dia meninggal karena dibunuh orang khawarij.    

DINASTI ABBASIYAH (750- 1258 M)


Aspek    Penjelasan      
Pendiri    -    Abul Abas as-Saffah (750-754) di Irak
-    Khalifah yang pernah berkuasa berjumlah 24 orang.
-    Banyak pemberontakan dalam negeri di awal kekuasaan, terutama dari kelompok Syiah dan orang Persia.      
Pemerintahan    -    Corak: Gagasan Negara Teokratis, bersifat internasional (meliputi berbagai etnis dan merangkul semua bangsa).
-    Kepala Negara adalah Khalifah, otoritas sipil dipegang oleh: wazir, otoritas engadilan dipegang oleh Hakim, dan otoritas militer dipegang oleh Amir (jenderal).
-    Biro meliputi: Biro pajak, pengawas , korespondensi (arsip), penyelidik keluhan, kepolisian (syurtah), Qadi dan Qadi al-Qudhat.
-    Sistem: mengadopsi Persia, mengangkat wazir (yang pertama adalah Khalid Bin Barmak).
-    Masyarakat terdiri dari Muslim dan Zimmy. Kaum Zimmy terdiri dari: Yahudi, Nasrani, Sabi’in, dan Zoroaster.      
Militer dan Ekspansi    -    Pasukan terdiri dari: Pengawal Khalifah (Haras), Pasukan Tetap (Jund), Sukarelawan (Mutathawwiah).
-    Ekspansi: menyerang benteng Byzantium
-    Membangun kota Baghdad sebagai pusat politik dan perdagangan internasional.      
Gerakan Intelektual    -    Ditandai dengan proyek penerjemahan karya-karya berbahasa Persia, Sankskerta, Yunani. Ketua Tim penerjemah: Hunayn Ibn Ishaq.
-    Budaya India yang masuk membawa ilmu pengetahuan baru, seperti: matematika dan mistisisme.
-    Persia mewariskan seni sastra, Yunani mewariskan rasionalitas (filsafat).
-    Bidang ilmu pengetahuan yang berkembang: Kedokteran, Filsafat, Astronomi, Matematika, Kimia.
-    Tokoh intelektual:
-    Muncul maszhab-mazhab/aliran dalam Islam, baik dalam fiqh, tasawuf, maupun  ilmu kalam.
-    Pembangunan Perpustakaan: Khizanah al-Hikmah (masa Harun), dan Bait al-Hikmah (masa Al-Makmun 815 M).       
Kemunduran    -    Sebab Internal: eksploitasi pajak, perpecahan Arab-non-Arab, muslim-non-musim, disintegrasi social.
-    Sebab Eksternal: munculnya dinasti-dinasti kecil di bagian barat (Dinasti Tulun, Iksidiyah, Hamdaniyah) dan bagian  Timur (Tahiriyah, Buwaihi, Saljuk); serangan paukan Mongol/Tartar.   

BANI UMAYYAH ANDALUSIA (756 – 1031 M)


Aspek    Penjelasan/Uraian      
Tahap Penaklukan Andalusia    -    Tahun 91 H/710 M: Pengiriman pasukan Bani Umayyah sebanyak 500 pasukan dipimpin Tarif Bin Malik atas perintah Khalifah AL-Walid Ibn Malik (86-96 H/705-715 M).
-    Tahun 92 H/711 M: Musa Bin Nusair (gubernur Afrika Utara) mengirim 7000 tentara yang dipimpin Tariq Bin Ziyad dan mendarat di Jabal Tariq (Gibaltar). Pada masa ini kota Toledo berhasil direbut tahun 711 M.
-    Tahun 93 H/712 M: Musa Bin Nusair membawa 18.000 tentara menyusul Tariq Bin Ziyad. Andalusia ditaklukkan dan menjadi propinsi dinasti Umayyah.
-    Tahun 750 M Umayyah runtuh, Andalusia menjadi wilayah Dinasti Abbasiyah.
-    Tahun 138 H/756 M: Abdurrahman Bin Muawiyah, cucu Hisyam Bin Abdul Malik (Khalifah ke-10 Bani Umayyah) memproklamirkan Andalusia sebagai Negara merdeka dari Baghdad.
-    Bani Umayyah berkuasa di Cordova (Ibukota Andalusia) sampai tahun 422 H/1031 M)      
Pemerintahan    -    Penguasa bergelar Amir  dan bukan Khalifah, karena kekhalifahan hanya satu, yaitu yang beribukota di Baghdad.
-    Pada masa pemerintahan Abdurrahman III 300-350 H/912-961 M), amir ke-8, gelar penguasa diganti dengan khalifah, karena:
1.    Munculnya Khilafah Fatimiyah di Ifriqiyah (Mesir) pada tahun 297 H/909 M.
2.    Kondisi Khilafah Abbasiyah lemah pasca Al-Mutawakkil (232-247 H/847-861 M).
-    Khalifah dibantu oleh: wazir (disertai dengan kuttab/sekretaris), Hajib (perantara wazir dengan khalifah), wali (gubernur sipil dan militer), qadi (otoritas pengadilan), muhtasib (polisi, pegawas perdagangan).
-    Wilayah: Cordova, Sevilla, Ceuta, Toledo, Magda, Elvira.
-    Melakukan kerjasama luar negeri dengan: Byzantium, Jerman, Perancis, Italia.      
Struktur Masyarakat    -    Masyarakat terdiri dari: orang Arab Islam, Orang Islam non-Arab, Muwalladun/neo-Muslim (orang Spanyol yang mausk Islam), Mozarab (orang Spanyol Kristen yang terarabkan).
-    Komposisi Penduduk: Arab, Barbar, Spanyol, Yahudi, Slavia (Budak).      
Kemajuan    -    Terjadi pada masa pemerintahan Abdurahman III dan Hakam II (350-366 H/961-976 M).
-    Pembangunan danau untuk irigasi dan air minum.
-    Membangun kota Cordova, masjid Jami’ Cordova (tahun 170/786 M). Pada tahun 1236 masjid ini diubah menjadi Gereja Santa Maria.
-    Bahasa Arab menjadi Bahasa resmi.
-    Ilmu pengetahuan mengalami kemajuan: bidang sastra, astronomi, filsafat, kedokteran. Ilmu qiraat.
-    Mendirikan universitas: Cordova, Malaga, Granada, Sevilla.
-    Mengadakan penerjemahan.
-    Mazhab yang berkembang: Mazhab Maliki dengan tokohnya: Ibn Hazm.      
Kemunduran    -    Adanya perebutan kekuasaan, akibat militer terlalu kuat.
-    Terjadi kudeta sebanyak 14 kali.
-    Disintegrasi social, terutam dari kelompok Barbar dan Slavia.
-    Hancur dan digantikan muluk at-Tawaif seperti: Dinasti Hammudiyah (1016-1027), Jahwariyah (1027-1068), Banu Abbad (1068-1090), Murabitun (1090-1147), Muwahhidun (1147-1212), dan Dinasti Nasriyyah (1232-1492).   

DINASTI TURKI USMANI (1282 -1924 M)


Aspek    Penjelasan/Uraian      
Asal-Usul    -    Pendukung utama: suku-suku Turki di Asia Tengah.
-    Penggagas: Sulaiman Syah (w. 1228 M/622 H). Dia memiliki empat putra: Sankurtakin, Kuntugdau, Ortoghrul, dan Dandan.
-    Ortoghrul bergabung dengan Bani Saljuk untuk menghadapi pasukan Mongol.
-    Usman (pengganti Ortoghrul) diangkat menjadi panglima perang bani Saljuk, kemudian menjadi gubernur di Sugyat (1290-1326).
-    Tahun 699H Sultan Saljuk meninggal tanpa putra mahkota. Usman memproklamasikan wilayahnya dan menyatakan dirinya sebagai sultan dengan gelar: Padisyah Al-Usman (Raja Besar keluarga Usman).
-    Tahun 1317 Usman merebut kota Bursa dari Byzantium dan dijadikan sebagai ibukota.
-    Tahun 1326 Usman digantikan oleh anaknya, Orchan sampai tahun 1359.       
Pemerintahan    -    Penguasa tertinggi adalah Sultan, dibantu oleh: Sadr al-A’zam (perdana menteri), dan Syaikh al-Islam (Mufti).
-    Dibagi dalam beberapa propinsi, gubernurnya bergelar: pasha. Gubernur dibantu oleh Zanaqiq atau Al-Alawiyah (bupati). Propinsi-propinsi tersebut adalah:
1.    Iraq terdiri dari 4 provinsi: Baghdad, Basra, Mosul, Shahrizur.
2.    Syria (4 prov): Aleppo, Damaskus, Tripoli, Sudan.
3.    Arab (2 prov): Hijaz, Yaman.
4.    Afrika (4 prov): Mesir, Tripoli, Tunis, Aljazair.  
-    Jumlah khalifah semua 40 orang.      
Ekspansi    -    Menaklukkan kota-kota Yunani, Bulgaria, dan Anatolia (masa Murad)
-    Merebut Adrianopel dan dijadikan sebagai ibukota yang kedua.
-    Tanggal 29 Mei 1453 merebut Konstantinopel (pada masa Muhammad II: 1451-1484) dan dijadikan sebagai ibukota dengan nama baru: Istambul (tahta Islam).
-    Tahun 1354 melakukan ekspansi ke Eropa, meliputi wilayah: Yunani, Bulgaria, Yugoslavia, Albania, Hongaria, Rumania.
-    Menguasai Afrika, meliputi: Mesir, Libya, Tunisia, Aljazair.
-    Wilayah Asia yang dikuasai: Asia Kecil, Armenia, Iraq, Syria, Hijaz, Yaman.       
Militer    -    Membentuk pasukan khusus dengan nama Jenissari (Inkisyariyah)
-    Rekruitmen tentara bersifat terbuka, baik untuk muslim maupun non-muslim.      
Kemajuan    -    Peradaban: paduan antara kebudayaan Arab, Persia, Byzantium.
-    Ilmu pengetahuan kurang berkembang, karena: sikap ulama yang tidak menaruh perhatian pada ilmu-ilmu baru; sultan kurang perhatian terhadap ilmu pengetahuan. Tokoh sejarawan yang muncul: Musthafa Ali.
-    Hukum: tersusun Qanun Multaqa Al-Abhur (pada masa Sulaiman I: 1520-1566). Isinya tentang dasar-dasar system pemerintahan.
-    Keagamaan: paham yang berkembang: Asy’ariyah. Ilmu agama kurang berkembang, tetapi tasawuf berkembang pesat, salah satunya adalah; tarekat Bektasyi, di mana anggotanya banyak dari kalangan tentara (jenissari).
-    Penulisan karya keagamaan bercorak syarah dan Hasyiyah.      
Kemunduran    -    Sebab Internal:
1.    Lemahnya psultan pasca Sulaiman I.
2.    Tidak adanya aturan tentang suksesi kepemimpinan.
3.    Wilayah terlalu luas dan kemerosotan di bidang ekonomi.
4.    Pemberontakan Jenissari
-    Sebab eksternal:
1.    Munculnya renaissance di Eropa (abad 16 - 17).
2.    Ditemukannya wilayah baru: Amerika oleh Columbus, dan Tanjung Harapan oleh Vasco de Gama.
3.    Negara-negara Eropa mulai kuat dan memisahkan diri dari Turki.
-    Tahun 1924 Mustafa Kemal memberhentikan system kekhilafahan dan mendirikan Republik Turki yang sekuler.   

DINASTI SAFAWI DI PERSIA (1501-1732)


Aspek    Penjelasan/Uraian      
Sejarah Bangsa Persia    -    Bangsa Persia telah ada sejak tahun 5000 SM
-    Tahun 637 Perisa ditaklukkan oleh bangsa Arab (masa Khalifah Abu Bakar) dan kemudian dikuasai Turki
-    Tahun 1000 berdiri kerajaann Turki
-    Tahun 1256-1336 dikuasai oleh Dinsati Ilkhan (keturunan Mongol), diganti oleh Dinasti Timuriyah, keturunan Timur Lenk (1370-1506).
-    Tahun 1501-1732 dikuasai oleh Dinasti Safawiyah, diambil alih oleh Nadir Syah dari Afghan (1732-1785).
-    Tahun 1785-1925 dikuasai oleh Dinasti Qajar, dan selanjutnya digantikan oleh Dinasti Pahlevi, pendiri kerajaan konstitusional (1925-1979).      
Asal-Usul Safawiyah     -    Nenek moyangnya: Syekh Ishaq Safiuddin, seorang Imam keturunan Musa al-Kadim (Imam ke-7 dari kelompok Syiah Itsna Asy’ariyah). Dia mendirikan tarekat Safawiyah di Ardabil Azerbeijan.
-    Gerakan tarekat ini berubah menjadi gerakan politik ketika dipimpin oleh Junaid (1447-1460), dengan mengembangkan kekuasaan di sekitar Anatolia yang dikuasai oleh suku-suku Turki, Qara Qayunlu dan Aq Qayunlu.
-    Penggantinya adalah: Ismail bin Haidar atau disebut Ismail I (1501-1524) yang dianggap sebagai pendiri dinasti Safawiyah. Pada masa ini terjadi perseteruan dengan Trki Usmani hingga masa Tahmasp I (1524-1576), Ismail II (1576-1577), dan Muhammad Khudabanda (1577-1587). Karena kekuatan tidak seimbang Safawi tidak dapat mengalahkan Turki.
-    Puncak kemajuan: pada masa Abbas I (1588-1628), dengan melakukan kebijakan berdamai dengan Turki dengan konsekuensi dia menyerahkan kekuasaan Azerbeijan, Georgia, dan sebagian Khuziztan.  Abbas juga berjanji akan menghormati tiga khalifah pertama dari Khulafaur Rasyidin dalam khotbah jum’at.  Namun di sisi lain Abbas juga melakukan:
1.    persekutuan dengan orang-orang Kristen (Inggris) untuk melawan Usmani.
2.    Mengubah Iran menjadi Syiah.
3.    Membangun tempat-tempat ziarah untuk kepentingan Syiah.
4.    Mengadakan perayaan 10 Muharram untuk menghormati peristiwa terbunuhnya Husein di Padang Karbala.      
Pemerintahan    -    Bercorak teokratis, dengan memadukan konsep agama dan Negara.
-    Sentralisasi militer dan administrasi Negara.
-    Pemimpin (Imam) dibantu oleh wazir (pimpinan otoritas sipil), dan amir (pimpinan militer).
-    Menetapkan Syiah sebagai mazhab Negara, dan menindas aliran di luar Syiah.      
Ekonomi    -    Memproduksi dan memperdagangkan sutera.
-    Membangun pabrik-pabrik: karpet, keramik, yang pengrajinnya diimpor dari Cina.
-    Membangun ibukota baru; Isfahan; yang dilengkapi dengan pasar, istana pemerintahan, dan pusat industry.
-    Memasuki perdagangan internasional dengan Inggris (EIC).      
Ilmu Pengetahuan dan Seni     -    Seni Lukis mengalami kemajuan, terdapat sekolah seni lukis tahun 1510 di Tibriz. Karya yang diterbitkan: Syah Nameh (buku tentang Raja-Raja). Syah Tahmasp adalah seorang seniman besar.
-    Berkembang ilmu filsafat, sejarah, dan teologi. Para filosofnya: Sadr ad-Din al-Syirazi, Muhammad Baqir bin Muhammad Damad.
-    Ilmu-ilmu alam juga mengalami kemajuan. Tokoh ilmu pengetahuan: Din al-‘Amili (generalis ilmu pengetahuan).      
Kemuduran    -    Munculnya pemberotakan dari kelompok sunni Afghan.
-    Adanya ekspansi Turki dan Rusia   

DINASTI MUGHAL DI INDIA (1526-1857)


Aspek     Penjelasan/Uraian      
Asal Usul    -    Didirikan oleh Zahiruddin Babur (1526-1530), cucu Timr Lenk dan keturunan Jenghiz Khan, dengan menundukkan penguasa local, Ibrahim Lodi. Ibukota dinasti ini adalah Delhi.
-    Penerus Babur adalah Nashiruddin Humayun (1530-1540, dan 1555-1556). Dia memerintah dua kali, karena pada tahun 1540 terjadi kudeta yang dilakukan oleh Sher Khan dalam pertempuran di Qanuj. Setelah mendapat perlindungan dari Raja Persia, maka dia berhasil merebut tahta pada tahun 1555.
-    Penggantinya : Akbar Khan (1556-1605) yang bergelar: Sultan Abdul Fath Jamaluddin AKhbar Khan.      
Kondisi Pemerintahan    -    Masa Kejayaan berada dalam kekuasaan Akbar Khan, Syah Jehan (1627-1658), dan Aurangzeb (1658-1707).
-    Pemberontakan yang pernah terjadi:
1.    Pemberontakan Sher Khan di Qanuj pada tahun 1540, dan berhasil menggulingkan Humayun.
2.    Pemberontakan Kurram (putera Jahangir: 1608-1627) dengan bantuan panglima Muhabbat Khan. Kurram berhasil memenjarakan ayahnya, namun akhirnya perselsihan ini didamaikan oleh permaisuri, dan Kurram naik tahta menggantikan ayahnya pada tahun 1627 dan bergelar Syah Jehan.
3.    Pemberontakan Raja Jhujar Singh Bundela dan Afghan Pir Lodi, pada masa Syah Jehan, namun dapat ditumpas oleh Aurangzeb (putera Syah Jehan).
4.    Perang saudara, antara Aurangzeb (dibantu oleh Sujak dan Murad) melawan Dara. Aurangzeb berhasil memenangkan perselisihan ini setelah lebih dulu memenjarakan ayahnya. Dia naik tahta pada tahun 1658 dengan gelar Alamgir Padshah Ghazi.
5.    Pemberontakan Shivaji Punsala, Raja Maratha, Yusuf Zay dari Pathan (1667), Suku Afridis (1672) pada masa pemerintahan Aurangzeb.      
Masa Akbar    -    Ekspansi: menguasai wilayah-wilayah: Chundar, Ghand, Kashmir, Chitar, Bihar, Gujarat, Orissa, Deccan, Gawilganj, Ahmadnagar, dan Asghar.
-    Pemerintahan: militeristik, dengan susunan pemerintahan sebagai berikut:
1.    Pemimpin pusat: Raja
2.    Pemimpin daerah: Sipah Salar (kepala komandan)
3.    Pemimpin sub-distrik: Faudjar (komandan).

-    Kebijakan Politik:
1.    menciptakan ide Sulh E-Kul, yaitu toleransi universal, di mana semua rakyat dipandang sama, tanpa membedakan agama, ras, maupun etnis.
2.    Membentuk Mansabdharis: lembaga public service yang bertugas mempersiapkan kepentingan kerajaan. Anggota lembaga ini terdiri dari orang-orang Turki, Afghan, Persia, dan Hindu.
-    Kebijakan Agama: dengan menciptakan agama baru, yaitu Din Illahi, dengan bentuk penyatuan agama-agama yang ada di India. Untuk mendkung agama ini Akbar melakukan upaya:
1.    Menikahi wanita-wanita Hindu.
2.    Khutbah menggunakan symbol Hindu.
3.    Melarang menyembelih sapi
4.    Mearang menulis dengan huruf Arab.
5.    Tidak mewajibkan khitan bagi umat Islam.      
Masa Aurangzeb    -    Kebijakannya berlawanan dengan kebijakan Akbar, yaitu tidak melakukan konsiliasi dengan Hindu. Diantara kebijakannya adalah:
1.    Melarang minuman keras, judi, prostitusi.
2.    Melarang praktek sati daho, yaitu pembakaran seorang janda yang ditingal mati suaminya.
3.    Melarang pertunjukan music di Istana.
4.    Membebani non-muslim dengan poll-tax, yaitu pajak untuk memperoleh hak memilih.
-    Melakukan kodifikasi hukum Islam dengan nama: Fatawa-I Alamgiri.       
Peradaban yang dihasilkan    -    Ekonomi:
1.    Memajukan pertanian dan perkebunan dengan membentuk Mukadam (organisasi yang mengkoordinir kepentingan petani).
2.    Menggerakkan industry tenun yang diekspor ke Eropa, Arab, dan Asia Tenggara.
-    Arsitektur:
1.    Pemakaian ukiran dan marmer dengan kombinasi warna warni.
2.    Mendirikan benteng merah, istana, makam kerajaan, Taj Mahal di Aghra, dan Mesjid Raya Delhi.
-    Sastra:
1.    Mengembangkan bahasa Urdu (pada masa Akbar) dan dipakai di India dan Pakistan.
2.    Karya sastra sejarah: Akbar Nama dan Ain-I-Akhbari yang ditulis oleh: Abu Fadhl. Karya ini mengupas sejarah Mughal berdasarkan figure pemimpinnya.  
3.    Sastrawan terkenal: Malik Muhammad Jayashi yang menulis Padmavat, sebuah karya alegoris yang mengandung kebajikan jiwa manusia.
-    Ilmu Pengetahuan:
1.    Istana menjadi pusat kegiatan kebudayaan
2.    Aurangzeb membangun pusat pendidikan di Lucknow.
3.    Masjid menjadi tempat pendidikan dasar
4.    Mendirikan perguruan tinggi di Delhi
5.    Kodifkasi Hukum Islam, yaitu Fatawa-I Alamgiri      
Kemunduran    -    Sebab kemuduran:
1.    Khalifah sepeninggal Aurangzeb lemah dan singkat masa pemerintahannya.
2.    Munculnya pemberontakan orang Hindu yang tidak setuju dengan kebijakan Aurangzeb yang merugikan orang Hindu.
3.    Invasi dari penguasa Iran, yaitu Nadir Syah (1739).
4.    Invasi dari penguasa Afghan, yaitu Ahmad Syah Durrani (1761)
5.    Masuknya imperialism Inggris di India (tahun 1757).   
KOLONIALISME BARAT DI DUNIA ISLAM (ABAD XIX)


Aspek     Penjelasan/Uraian      
Sebab Kebangkitan Barat    -    Terjadinya transformasi ilmu pengetahuan Islam ke barat melalui: Perang Salib (terjadi 8 kali, antara tahun 1096-1270), Sycilia, dan Spanyol (Andalusia). Barat belajar dari Islam dan kemudian meniru pola Islam dalam pengembangan ilmu pengetahuan (mendirikan universitas).
-    Gerakan ini melahirkan renaissance, reformasi, dan rasionalisme di Barat, sehingga mengakibatkan perubahan besar dan melahirkan penemuan-penemuan baru, seperti:
1.    Ditemukannya Amerika oleh Christopher Columbus (1492) dan Tanjung Harapan oleh Vasco de Gama (1498) membuka peluang bagi peningkatan ekonomi Eropa. Jalur perdagangan yang awalnya berpusat di Laut Tengah dan Laut Merah yang dikuasai Islam, berpindah ke jalur timur melalui Tanjung Harapan.
2.    Ditemukannya mesin uap sehingga melahirkan Revolusi Industry. Eropa mengembangkan teknologi perkapalan dan militer, sehingga memiliki pasukan yang modern dan kuat. Mereka menaklukkan wilayah-wilayah yang sebelumnya dikuasai Islam.      
Kondisi Umat Islam    -    Politik: sejak awal abad ke-18 Islam mengalami kemunduran. Kerajaan-kerajaan Besar Islam (Turki Usmani, Safawi, dan Mughal) berada dalam masa kemunduran. Kekuatan militer tentara Islam jauh ketinggalan dari bangsa Eropa. Di sisi lain Eropa mulai melakukan serangan terhadap wilayah-wilayah Islam, terutama yang jauh dari pusat kekuasaan.
-    Ekonomi: mengalami kelemahan sebagai akibat pindahnya jalur perdagangan. Perdagangan Islam di timur tengah tidak dapat diandalkan lagi, sehingga mengurangi income bagi negara-negara Islam.
-    Ilmu Pengetahuan: mengalami kemunduran, khususnya di bidang teknologi kemiliteran dan industry.       
Gerakan Kolonialisme Barat    -    Di Timur Tengah dan Afrika Utara:
1.    Intervensi Eropa dimulai pada tahun 1798, yaitu ketika Napoleon Bonaparte dari Perancis melakukan ekspedisi ke Mesir. Pada akhirnya mereka menguasai Mesir hingga tahun 1882, dan kolonialisme digantikan oleh Inggris.
2.    Tahun 1830 Aljazair dikuasai oleh Perancis.
3.    Tahun 1881 Perancis juga menduduki Tunisia.
4.    Wilayah Turki Usmani mlai berkurang karena adanya ekspansi Perancis, Ingris, Rusia, dan Italia hingga tahun 1911.
5.    Tahun 1912 Maroko berhasil dikuasai oleh Perancis.
-    Di Anak Benua India:
1.    Awal abad 17 Inggris dan Belanda mulai melakukan kontak dagang dengan India.
2.    Tahun 1857 Inggris berhasil menguasai seluruh wilayah Mughal.
3.    Tahun 1879 Inggris juga menaklukkan Afganistan.
4.    Tahun 1899 Inggris mencaplok Kesultanan Baluchistan.
-    Di Asia Tenggara:
1.    Asia Tenggara merupakan wilayah yang Islamnya baru mulai berkembang.
2.    Kekuatan Eropa yang pertama masuk adalah Portugis dengan semangat missionaries. Pada tahun 1511 Portugis berhasil menguasai Malaka, yang merupakan pusat perdgangan di Asia tenggara.
3.    Filiphina berhasil dikuasai Spanyol, termasuk di dalamnya Kesultanan Islam Mindanao, Kesultanan Buayan, dan Kesultanan Sulu.
4.    Belanda masuk ke Indonesia dengan cara mengadakan perjanjian dengan penguasa local, melucuti peran dan kekuasaan tradisional kaum Muslim, mengadu domba antar kerajaan, dan mengkritik tatanan ekonomi dan politik.
5.    Menjelang abad 19 seluruh Asia Tenggara masuk kolonialisme, dibagi antara Inggris, Belanda, Perancis, Spanyol, dan Portugis.       
Motivasi Kolonialisme    -    Ekonomi:
1.    Kebutuhan bahan baku industry dan rempah-rempah.
2.    Kebutuhan wilayah pemasaran bagi produk-produk industry untuk mendukung perekonomian Barat
-    Politik:
1.    Kesadaran Eropa sebagai bangsa yang dikuasai Islam, sehingga membangkitkan semangat mereka untuk menguasai Islam.
2.    Munculnya konsep Grand Nation (bangsa besar) di Perancis, yang berakibat munculnya penaklukan terhadap negara lain.
-    Agama:
1.    Dendam terhadap Islam yang pernah menguasai Eropa.
2.    Kekalahan Kristen dalam perang Salib.   

ISLAM ABAD XX (PEMBEBASAN DARI KOLONIALISME)


Aspek    Penjelasan/Uraian      
Penjajahan Barat terhadap Dunia Islam    -    Timur tengah terbagi dalam kolonialisme Ingris, Perancis, dan Rusia:
1.    Inggris menguasai: Oman, Qatar, Mesir, Aden, Sudan, Kuwait, Iraq.
2.    Perancis menguasai: Aljazair, Tunisia, Chad, Syria, Maroko, Libanon.
3.    Rusia menguasai: Kaukasia, Tashkent, Uzbekitan, Iran.
-    Asia Tenggara dikuasai Portugis, Belanda, Spanyol, Inggris
1.    1511: Samudera Pasai dikuasai Portugis
2.    1521: Filiphina dikuasai Spanyol.
-    Babak akhir kolonialisme adalah Perang Dunia I (1915), di mana Turki mengalami kekalahan berat atas Eropa. Sejak itu seluruh dunia Islam dikuasai Barat.      
Pembebasan Diri dari Kolonialisme    -    Faktor Penyebab:
1.    Munculnya kesadaran diri umat Islam akan kekalahannya dari Eropa.
2.    Keinginan untuk belajar kepada Eropa sehingga menimbulkan ide-ide pembaharuan.
3.    Upaya pemurnian ajaran Islam dari pengaruh bid’ah dan khurafat.
4.    Ketertinggalan dalam IPTEK, sehingga berusaha menghidupkan semangat ilmu pengetahuan.
-    Sikap Umat Islam terhadap kemajuan Barat:
1.    Zealotisme: menutup diri secara fanatic terhadap Barat dan ingin kembali secara introvert kepada praktek Islam masa lalu.
2.    Herodianisme: membuka pintu secara selektif terhadap pengaruh Barat, mengambil yang baik dan menolak yang buruk.      
Upaya Umat Islam    -    Gerakan Pemurnian:
1.    Wahabiyah, yang dipimpin oleh Muhammad bin Abdul Wahab (1703-1787) di Arabia.
2.    Syah Waliyullah (1703-1762) di India.
3.    Sanusiyah: yang dipimpin oleh Said Muhammad Sanusi di Aljazair.
-    Gerakan Pembaharuan:
1.    Ide Pan-Islamisme: oleh Jamaluddin Al-Afghani (1839-1897) dengan tujuan: (1) menggalang persatuan umat islam sedunia; (2) membangkitkan semangat local negeri-negeri Islam untuk melepaskan diri dari penjajah.
2.    Ide Nasionalisme: oleh At-Tahawi (1801-1873) di Mesir, dengan pemikiran: Negara Islam akan maju jika di bawah penguasa sendiri dan bukan dijajah bangsa asing.
3.    Hizbul Wathan: oleh Mustafa Kamil di Mesir.  Gerakan ini mengakibatkan terjadinya Revolusi Mesir pada 23 Juli 1952, dan mengakibatkan terbentuknya Republik Mesir pada 18 Juni 1953 dengan presidennya Mayor Jenderal Naguib.
4.    Turki menjadi Republik pada tahun 1924.
-    Gerakan IlmuPengetahuan
1.    Turki mengirimkan mahasiswa untuk belajar ke eropa
2.    Penerjemahan karya-karya Barat ke dunia Islam.      
Kemerdekaan Negara-negara Islam    -    1945: Indonesiamendapatkan kemerdekaan dari Jepang.
-    1946: Yordania merdeka dari Perancis.
-    1947: India merdeka dari Inggris.
-    1952: Libya merdeka, disusul Tunisia (1956), Sudan, Maroko (1962).
-    Aljazair merdeka melalui Revolusi antara tahun 1954-1962.
-    1957: Malaysia merdeka dari Inggris.
-    1984: Brunei Darussalam merdeka dari Inggris.
-    Negara-negara Asia Tengah (Uzbekistan, Turkmenistan, Kirghistan, Tasjikistan, Azerbeijan, Bosnia) merdeka dari Rusia tahun 1992.