KRONOLOGI SEJARAH NABI MUHAMMAD SAW (571-632)
A. MASA PRA KENABIAN
Kronologi Waktu Peristiwa yang terjadi
20 April 571 M – Muhammad lahir
- Keturunan Abdullah bin Abd Mutalib dari pihak bapak, dan Aminah binti Wahab dari pihak Ibu
- Bapaknya meninggal ketika Muhammad masih dalam kandungan.
- Disusukan pertama kali kepada Tsuwaibah, budaknya Abu Lahab, selama beberapa hari, kemudian disusui Halimah as-Sa’diyah sampai umur 4 tahun. Setelah itu diasuh oleh ibunya.
- Umur 6 tahun Ibunya wafat, pengasuhan diberikan kepada kakeknya, Abdul Mutalib.
- Umur 8 tahun kakeknya wafat, dan pengasuhan beralih ke pamannya, Abu Talib
583 M- Masa Dewasa - Umur 12 tahun diajak pamannya berdagang ke Syria, dan bertemu dengan pendeta Buhaira, yang mengetahui tanda kenabian padanya.
- Umur 15 tahun terjadi perang Fijar (artinya pendurhakaan),antara suku Qurays dan Kinanah di satu pihak, melawan suku Hawazin. Perang ini berlangsung selama 4 tahun. Muhammad terlibat dalam perang ini.
596 M- menikah dengan Khadijah - Umur 25 tahun menikah dengan Khadijah binti Khuwailid, janda kaya dan cantik yang berumur 40 tahun. Dikaruniai 6 orang anak; Zainab, Ruqayah, Umi Kulsum, Fatimah, Qasim, dan Abdullah. Anak laki-lakinya meninggal ketika masih kecil. Ruqayah dan Umi Kulsum menikah dengan Usman bin Affan, Fatimah menikah dengan Ali bin Abi Talib dan memiliki 2 putra, Hasan dan Husein.
B. MASA KENABIAN
1. PERIODE MEKKAH
Kronologi Waktu Peristiwa yang Terjadi
6 Agustus 610 M/17 Ramadhan 13 tahun sebelum Hijrah - Menerima wahyu pertama (surat al-‘Alaq 1-5) di Gua Hira.
- Mulai melakukan dakwah di Mekkah yang dibagi dalam tiga tahap:
1. Dakwah secara diam-diam, dilakukan terhadap keluarga dan sahabat dekatnya. Yang masuk Islam a.l: Khadijah, Ali bin Abi Talib, Zaid bin Haritsah (budak Muhammad yang dimerdekakan dan menjadi anak angkat), Abu Bakar, Usman bin ‘Affan, Zubair bin Awwam, Sa’ad bin Abi Waqqas, Talhah bin Ubaidillah, Bilal Ibn Rabi’ah, dll. Tempat dakwah dilakukan di rumah Arqam bin Abi al-Arqam dan berlangsung selama 3 tahun.
2. Dakwah semi terbuka, yang menjadi sasaran adalah Bani Hasyim (klan Muhammad) dan seluruh penduduk Mekkah.
3. Dakwah Terbuka, perluasan jangkauan dakwah kepada seluruh penduduk Mekkah da juga para peziaran yang dataing ke Mekkah untuk hajji.
615 M- Hijrah pertama - Tekanan keras dari Quraiys menyebabkan Nabi mengungsikan umatnya ke Habsy (Abissinia), sebuah kerajaan yang dipimpin Negus dan beragama Kristen. Tahap pertama diikuti oleh 10 laki-laki dan 4 perempuan diantaranya Mus’ab bin Umair. Tahap kedua diikuti 81 laki-laki dan 18 orang perempuan termasuk Usman bin ‘Affan.
619 M –Amul Huzni (Tahun berkabung) - Khadijah dan Abu Talib meninggal, sehingga pelindung Nabi tidak ada. Tekanan kaum Qurays semakin keras dan menyiksa pengikut Nabi.
- Nabi melakukan Isra’ Mi’raj (27 rajab 11 tahun setelah kenabian).
620/621 M –Baitul Aqabah - Terjadi perjanjian yang disebut dengan Baitul Aqabah sebanyak dua kali. Baitul ‘Aqabah pertama (620M) 12 laki-laki Yasrib masuk Islam. Baitul Aqabah kedua (621M) 73 orang laki-laki dan 2 orang perempuan dari Yathrib masuk Islam.
- Pasca Baitul ‘Aqabah, kekerasan terhadap pengikut Nabi semakin meningkat
- Sebab-sebab Penentangan Qurays terhadap ajaran nabi:
1. Persaingan pengaruh dan kekuasaan, mereka belum bisa membedakan antara kenabian dan kerajaan.
2. Kesamaan derajat yang dibawa Nabi berlawanan dengan tradisi Arab yang membedakan status orang dalam kehidupan.
3. Takut bangkit setelah Nabi, terkait dengan ajaran Nabi tentang hari akhir (qiyamah), hari pembalasan (hisab), dan hari kebangkitan (bi’sah).
4. Taklid kepada nenek moyang, tradisi nenek moyang harus dijunjung tinggi.
5. Perniagaan patung, dengan dilarangnya berhala akan merugikan perekonomian mereka.
2. PERIODE MADINAH
Kronologi Waktu Peristiwa Yang Terjadi
September 622 M- Hijrah ke Madinah - Nabi dan pengikutnya hijrah ke Yasrib, yang kemudian disebut dengan Madinah. Pengikut Nabi berangkat duluan, dan nabi Muhammad sampai di Madinah tanggal 24 September 622M.
- Masyarakat Madinah terdiri dari suku-suku Arab (suku Aws dan Khazraj) dan suku Yahudi (Bani Qainuqa, bani Nadhir, dan Bani Quraidhah).
- Nabi melakukan reformasi masyarakat dengan cara:
1. Membentuk kesatuan ummah (kesatuan religious) untuk mengganti fanatisme kesukuan. Kaum Ansar (penolong/penduduk asli Madinah) dan Muhajirin (pengungsi/orang Mekkah) diikat dalam satu kesatuan tanpa membedakan asal sukunya. Kesamaan mereka adalah sama-sama beragama Islam.
2. Menata system ibadah, social, ekonomi, dan politik berdasarkan al-Qur’an.
3. Lembaga pertama yang didirikan adalah masjid, yaitu masjid Quba (dibangun saat Nabi beristirahat dalam perjalanan hijrah ke Madinah), dan masjid Nabawi (dibangun ketika nabi sampai di Madinah). Fungsi masjid saat itu disamping sebagai tempat ibadah adalah temapt pertemuan, musyawarah, belajar mengajar, dan pengadilan.
4. Menyusun piagam Madinah, yaitu diakuinya hak tiap-tiap golongan untuk memeluk dan menjalankan agamanya masing-masing.
5. Masyarakat Islam dibangun atas dasar: asas persaudaraan (al-ikha), persamaan (al-musawa), toleransi (tasamuh), musyawarah (at-tasywir), tolong menolong (ta’awun), dan keadilan (al-‘adalahi).
624M/17 Ramadhan 2 H- Perang Badar - Sebab-sebab Perang Badar:
1. Umat Islam menghadang kafilah dagang Qurays yang dipimpin oleh Abu Sufyan.
2. Abu Sufyan mengirimkan utusan ke Mekkah untuk menyiapkan pasukan menghadapi umat Islam.
3. Umat islam berjumlah 300 orang dan pasukan Qurays sebanyak 1000 orang.
4. Disebut dengan Yaumul Furqan, dan umat Islam memperoleh kemenangan.
2 H- Pengusiran Bani Qainuqa - Bani Qainuqa diusir dari Madinah karena mereka melanggar perjanjian damai dengan umat Islam.
625M/bulan Sya’ban 3H –Perang Uhud - Disebabkan dendam orang Mekkah atas kekalahannya dalam perang Badar.
- Pasukan Mekkah dipimpin Abu Sufyan sebanyak 3000 orang, dan umat Islam sekitar 1000 orang.
- Kaum Munafik yang dipimpin Abdullah Ibn Ubay mengundurkan diri dari pasukan islam.
- Umat Islam kalah karena ketidakdisiplinan mereka dan perebutan harta rampasan. Paman Nabi, Hamzah, gugur dalam perang ini akibat tikaman lembing Wahsyi, seorang budak Abu Jahal. Nabi Muhammadpun mengalami luka, namun selamat dalam perang ini.
4 H- Pengusiran Bani Nadhir - Bani Nadhir diusir karena mereka berencana membunuh Nabi tetapi gagal.
627M/bulan Syawal 5H- Perang Khandzaq - Kekalahan umat Islam semakin membuat orang Mekkah berambisi untuk menghancurkannya.
- Mereka membentuk pasukan gabungan (al-ahzabi), yang terdiri dari orang-orang Mekkah, tentara bayaran dari suku-suku Badui dan Abyssinia.
- Salman al-Farisi mengusulkan kepada nabi agar menggunakan taktik bertahan dengan membuat parit (khanzaq) mengelilingi Madinah.
- Bani Quraidah menghasut dan menyerang umat Islam dari belakang. Mereka kemdian dihukum mati.
628M- Perjanjian Hudaibiyah - Nabi dan pengikutnya hendak menunaikan haji ke Mekkah. Di tengah perjalanan (daerah Hudaibiyah) mereka dihadang orang Mekkah dan terjadi perjanjian yang isinya:
1. Permusuhan kedua pihak berhenti selama 10 tahun.
2. Orang Quraisy yang bergabung dengan nabi harus dikembalikan, tetapi orang Islam yang bergabung dengan Qurays tidak dikembalikan.
3. Setiap kabilah bebas bersekutu dengan kedua belah pihak.
4. Tahun ini umat Islam tidak boleh masuk Mekkah, tahun depan boleh tapi tanpa senjata.
- Nabi mengirim surat kepada para gubernur dan raja untuk masuk Islam, diantaranya: kaisar Romawi, Kisra Persia, Gubernur Yaman, Kaisar Habsy, dan Gubernur Mesir.
630M/20 Ramadhan 8H- Fathu Mekkah - Penyebabnya adalah pelanggaran orang Qurays terhadap perjanjian damai. Mereka bersekutu menyerang suku yang berafiliasi dengan umat Islam.
- Nabi dan pengikutnya (berjumlah 10.000 orang) memasuki Mekkah melalui empat arah dengan tanpa kekerasan.
- Penduduk Mekkah menyerah dan mendapatkan perlindungan dari nabi.
- Nabi menuju Ka’bah dan menghancurkan 360 buah berhala yang menempel di dindingnya.
630-631M- Sanah al-Wufud - Tahun-tahun ini banyak utusan/delegasi yang datang dan menawarkan persekutuan dengan Nabi.
632/25 Zulqa’dah 10 H- Haji Wada’ - Nabi dan umat Islam melaksanakan haji yang terakhir
8 Juni 632- Nabi Wafat - 3 bulan setelah haji Wada’ Nabi meninggal dunia dalam usia 63 tahun
PEMERINTAHAN KHULAFA AR-RASYIDIN
11-40H/632-661M
Aspek Abu Bakar As-Siddiq Umar Ibn al-Khattab ‘Usman Ibn ‘Affan Ali Ibn Abi Talib
Tahun Pemerintahan 11-13H/622-634M 13-23H/634-644M 23-35H/644-656M 35-40H/656-661M
Sistem Pemilihan Hasil musyawarah umat Islam di Tsaqifah Bani Sa’adah Ditunjuk Abu Bakar setelah berkonsultasi dengan para sahabat Dipilih oleh dewan (7 orang) yang ditetapkan Umar (Ali bin ABi Talib, Usman, Saad bin Abi Waqqas, Abdurrahman bin Auf, Zubair bin Awwam, Talhaha bin Ubaidillah, dan Abdullah bin Umar). Dipilih oleh umat Islam Madinah.
Kebijakan politik 1. Mengkonsolidasikan persatuan umat islam dengan memerangi kaum riddah yang berupaya memisahkan diri dari komunitas ummah.
2. Memerangi nabi palsu dan pembangkang zakat.
3. Kekuasaan bersifat sentral, yang meliputi legislative, eksekutif, dan yudikatif.
4. Memulai ekspansi wilayah ke Syria 1. Pembentukan diwan (departemen) dengan mengadopsi model Persia
2. Pendirian Baitul Mal
3. Pengelompokan masyarakat menjadi muslim dan non-muslim (zimmy). Non muslim dikenakan kharaj (pajak tanah) dan jizyah (pajak kepala).
4. Perluasan wilayah (ekspansi) ke luar Arabia, mencakup: Palestina, Syria, Iraq, Persia, Mesir.
5. Pembentukan 8 propinsi: Mekkah, Madinah, Syria, Jazirah, Basrah, Kufah, Palestina, Mesir.
6. Menumbangkan kekuasaan Byzantium di bagian Barat dan Persia di bagian Timur.
7. Pengangkatan qadi di tiap-tiap propinsi.
1. Membentuk lembaga pertukaran tanah.
2. Nepotisme dalam penentuan pejabat pemrintahan, terutama pada 6 tahun terakhir masa pemerintahannya.
3. Melanjutkan ekspansi masa Umar, meliputi wilayah: Tripoli, Tabristan, Kabul, Harah.
4. Membangun angkatan laut.
5. Muncul pemberontakan di Kufah (655) dan Mesir (656). 1. Mengkonsolidasikan umat Islam pasca terbunuhnya Usman Ibn Affan.
2. Memerangi kaum khawarij.
3. Menghadapi perang jamal (656) antara Ali dengan ‘Aisyah, Zubair, dan Tolhah.
4. Menghadapi perang Siffin melawan pasukan Muawiyah (gubernur Syria) tahun 37 H.
Kontribusi bagi Peradaban 1. Memulai usaha pengkodifisian al-Qur’an atas saran Umar Ibn Khattab. 1. Pembangunan kanal, saluran irigasi.
2. Pembangunan kota-kota baru (Basrah, Kufah, Fustat) dengan struktur: masjid, perumahan, perkantoran, sarana umum, saluran air, dan pasar.
3. Pemakaian kalender hijriyah
4. Ijtihad kreatif.
5. Perkembangan ilmu pengetahuan, seperti lahirnya ilmu Qiraat, ilmu tafsir, ilmu fiqh 1. Penyeragaman dialek al-Qur’an dalam mushaf Usmani
2. Perkembangan arsitektur, terutama masjid, seperti masjid al-haram, masjid nabawi, dan masjid al-‘atiq di Mesir. 1. Lahir ilmu Nahwu terutama di Basrah dan Kufah.
2. Berkembang khat al-Qur’an.
3. Perkembangan sastra, kumpulan khotbah Ali yang terkenal adalah: Nahjul Balaghah.
Akhir Pemerintahan Memerintah hanya dalam waktu 2 tahun dan meninggal setelah menderita sakit. Memerintah selama 10 tahun dan meninggal karena dibunuh oleh seorang budak (Abu Lu’lu’) yang mendendam padanya. Memerintah paling lama, yaitu 12 tahun. 6 tahun pertama penuh prestasi, tetapi 6 tahun berikutnya penuh nepotism. Dia meninggal karena dibunuh oleh pemberontak dari Mesir. Memerintah dalam situasi kacau, karena perpecahan di kalangan umat Islam. Pemerintahannya penuh pemberontakan, dan dia meninggal karena dibunuh orang khawarij.
DINASTI ABBASIYAH (750- 1258 M)
Aspek Penjelasan
Pendiri - Abul Abas as-Saffah (750-754) di Irak
- Khalifah yang pernah berkuasa berjumlah 24 orang.
- Banyak pemberontakan dalam negeri di awal kekuasaan, terutama dari kelompok Syiah dan orang Persia.
Pemerintahan - Corak: Gagasan Negara Teokratis, bersifat internasional (meliputi berbagai etnis dan merangkul semua bangsa).
- Kepala Negara adalah Khalifah, otoritas sipil dipegang oleh: wazir, otoritas engadilan dipegang oleh Hakim, dan otoritas militer dipegang oleh Amir (jenderal).
- Biro meliputi: Biro pajak, pengawas , korespondensi (arsip), penyelidik keluhan, kepolisian (syurtah), Qadi dan Qadi al-Qudhat.
- Sistem: mengadopsi Persia, mengangkat wazir (yang pertama adalah Khalid Bin Barmak).
- Masyarakat terdiri dari Muslim dan Zimmy. Kaum Zimmy terdiri dari: Yahudi, Nasrani, Sabi’in, dan Zoroaster.
Militer dan Ekspansi - Pasukan terdiri dari: Pengawal Khalifah (Haras), Pasukan Tetap (Jund), Sukarelawan (Mutathawwiah).
- Ekspansi: menyerang benteng Byzantium
- Membangun kota Baghdad sebagai pusat politik dan perdagangan internasional.
Gerakan Intelektual - Ditandai dengan proyek penerjemahan karya-karya berbahasa Persia, Sankskerta, Yunani. Ketua Tim penerjemah: Hunayn Ibn Ishaq.
- Budaya India yang masuk membawa ilmu pengetahuan baru, seperti: matematika dan mistisisme.
- Persia mewariskan seni sastra, Yunani mewariskan rasionalitas (filsafat).
- Bidang ilmu pengetahuan yang berkembang: Kedokteran, Filsafat, Astronomi, Matematika, Kimia.
- Tokoh intelektual:
- Muncul maszhab-mazhab/aliran dalam Islam, baik dalam fiqh, tasawuf, maupun ilmu kalam.
- Pembangunan Perpustakaan: Khizanah al-Hikmah (masa Harun), dan Bait al-Hikmah (masa Al-Makmun 815 M).
Kemunduran - Sebab Internal: eksploitasi pajak, perpecahan Arab-non-Arab, muslim-non-musim, disintegrasi social.
- Sebab Eksternal: munculnya dinasti-dinasti kecil di bagian barat (Dinasti Tulun, Iksidiyah, Hamdaniyah) dan bagian Timur (Tahiriyah, Buwaihi, Saljuk); serangan paukan Mongol/Tartar.
BANI UMAYYAH ANDALUSIA (756 – 1031 M)
Aspek Penjelasan/Uraian
Tahap Penaklukan Andalusia - Tahun 91 H/710 M: Pengiriman pasukan Bani Umayyah sebanyak 500 pasukan dipimpin Tarif Bin Malik atas perintah Khalifah AL-Walid Ibn Malik (86-96 H/705-715 M).
- Tahun 92 H/711 M: Musa Bin Nusair (gubernur Afrika Utara) mengirim 7000 tentara yang dipimpin Tariq Bin Ziyad dan mendarat di Jabal Tariq (Gibaltar). Pada masa ini kota Toledo berhasil direbut tahun 711 M.
- Tahun 93 H/712 M: Musa Bin Nusair membawa 18.000 tentara menyusul Tariq Bin Ziyad. Andalusia ditaklukkan dan menjadi propinsi dinasti Umayyah.
- Tahun 750 M Umayyah runtuh, Andalusia menjadi wilayah Dinasti Abbasiyah.
- Tahun 138 H/756 M: Abdurrahman Bin Muawiyah, cucu Hisyam Bin Abdul Malik (Khalifah ke-10 Bani Umayyah) memproklamirkan Andalusia sebagai Negara merdeka dari Baghdad.
- Bani Umayyah berkuasa di Cordova (Ibukota Andalusia) sampai tahun 422 H/1031 M)
Pemerintahan - Penguasa bergelar Amir dan bukan Khalifah, karena kekhalifahan hanya satu, yaitu yang beribukota di Baghdad.
- Pada masa pemerintahan Abdurrahman III 300-350 H/912-961 M), amir ke-8, gelar penguasa diganti dengan khalifah, karena:
1. Munculnya Khilafah Fatimiyah di Ifriqiyah (Mesir) pada tahun 297 H/909 M.
2. Kondisi Khilafah Abbasiyah lemah pasca Al-Mutawakkil (232-247 H/847-861 M).
- Khalifah dibantu oleh: wazir (disertai dengan kuttab/sekretaris), Hajib (perantara wazir dengan khalifah), wali (gubernur sipil dan militer), qadi (otoritas pengadilan), muhtasib (polisi, pegawas perdagangan).
- Wilayah: Cordova, Sevilla, Ceuta, Toledo, Magda, Elvira.
- Melakukan kerjasama luar negeri dengan: Byzantium, Jerman, Perancis, Italia.
Struktur Masyarakat - Masyarakat terdiri dari: orang Arab Islam, Orang Islam non-Arab, Muwalladun/neo-Muslim (orang Spanyol yang mausk Islam), Mozarab (orang Spanyol Kristen yang terarabkan).
- Komposisi Penduduk: Arab, Barbar, Spanyol, Yahudi, Slavia (Budak).
Kemajuan - Terjadi pada masa pemerintahan Abdurahman III dan Hakam II (350-366 H/961-976 M).
- Pembangunan danau untuk irigasi dan air minum.
- Membangun kota Cordova, masjid Jami’ Cordova (tahun 170/786 M). Pada tahun 1236 masjid ini diubah menjadi Gereja Santa Maria.
- Bahasa Arab menjadi Bahasa resmi.
- Ilmu pengetahuan mengalami kemajuan: bidang sastra, astronomi, filsafat, kedokteran. Ilmu qiraat.
- Mendirikan universitas: Cordova, Malaga, Granada, Sevilla.
- Mengadakan penerjemahan.
- Mazhab yang berkembang: Mazhab Maliki dengan tokohnya: Ibn Hazm.
Kemunduran - Adanya perebutan kekuasaan, akibat militer terlalu kuat.
- Terjadi kudeta sebanyak 14 kali.
- Disintegrasi social, terutam dari kelompok Barbar dan Slavia.
- Hancur dan digantikan muluk at-Tawaif seperti: Dinasti Hammudiyah (1016-1027), Jahwariyah (1027-1068), Banu Abbad (1068-1090), Murabitun (1090-1147), Muwahhidun (1147-1212), dan Dinasti Nasriyyah (1232-1492).
DINASTI TURKI USMANI (1282 -1924 M)
Aspek Penjelasan/Uraian
Asal-Usul - Pendukung utama: suku-suku Turki di Asia Tengah.
- Penggagas: Sulaiman Syah (w. 1228 M/622 H). Dia memiliki empat putra: Sankurtakin, Kuntugdau, Ortoghrul, dan Dandan.
- Ortoghrul bergabung dengan Bani Saljuk untuk menghadapi pasukan Mongol.
- Usman (pengganti Ortoghrul) diangkat menjadi panglima perang bani Saljuk, kemudian menjadi gubernur di Sugyat (1290-1326).
- Tahun 699H Sultan Saljuk meninggal tanpa putra mahkota. Usman memproklamasikan wilayahnya dan menyatakan dirinya sebagai sultan dengan gelar: Padisyah Al-Usman (Raja Besar keluarga Usman).
- Tahun 1317 Usman merebut kota Bursa dari Byzantium dan dijadikan sebagai ibukota.
- Tahun 1326 Usman digantikan oleh anaknya, Orchan sampai tahun 1359.
Pemerintahan - Penguasa tertinggi adalah Sultan, dibantu oleh: Sadr al-A’zam (perdana menteri), dan Syaikh al-Islam (Mufti).
- Dibagi dalam beberapa propinsi, gubernurnya bergelar: pasha. Gubernur dibantu oleh Zanaqiq atau Al-Alawiyah (bupati). Propinsi-propinsi tersebut adalah:
1. Iraq terdiri dari 4 provinsi: Baghdad, Basra, Mosul, Shahrizur.
2. Syria (4 prov): Aleppo, Damaskus, Tripoli, Sudan.
3. Arab (2 prov): Hijaz, Yaman.
4. Afrika (4 prov): Mesir, Tripoli, Tunis, Aljazair.
- Jumlah khalifah semua 40 orang.
Ekspansi - Menaklukkan kota-kota Yunani, Bulgaria, dan Anatolia (masa Murad)
- Merebut Adrianopel dan dijadikan sebagai ibukota yang kedua.
- Tanggal 29 Mei 1453 merebut Konstantinopel (pada masa Muhammad II: 1451-1484) dan dijadikan sebagai ibukota dengan nama baru: Istambul (tahta Islam).
- Tahun 1354 melakukan ekspansi ke Eropa, meliputi wilayah: Yunani, Bulgaria, Yugoslavia, Albania, Hongaria, Rumania.
- Menguasai Afrika, meliputi: Mesir, Libya, Tunisia, Aljazair.
- Wilayah Asia yang dikuasai: Asia Kecil, Armenia, Iraq, Syria, Hijaz, Yaman.
Militer - Membentuk pasukan khusus dengan nama Jenissari (Inkisyariyah)
- Rekruitmen tentara bersifat terbuka, baik untuk muslim maupun non-muslim.
Kemajuan - Peradaban: paduan antara kebudayaan Arab, Persia, Byzantium.
- Ilmu pengetahuan kurang berkembang, karena: sikap ulama yang tidak menaruh perhatian pada ilmu-ilmu baru; sultan kurang perhatian terhadap ilmu pengetahuan. Tokoh sejarawan yang muncul: Musthafa Ali.
- Hukum: tersusun Qanun Multaqa Al-Abhur (pada masa Sulaiman I: 1520-1566). Isinya tentang dasar-dasar system pemerintahan.
- Keagamaan: paham yang berkembang: Asy’ariyah. Ilmu agama kurang berkembang, tetapi tasawuf berkembang pesat, salah satunya adalah; tarekat Bektasyi, di mana anggotanya banyak dari kalangan tentara (jenissari).
- Penulisan karya keagamaan bercorak syarah dan Hasyiyah.
Kemunduran - Sebab Internal:
1. Lemahnya psultan pasca Sulaiman I.
2. Tidak adanya aturan tentang suksesi kepemimpinan.
3. Wilayah terlalu luas dan kemerosotan di bidang ekonomi.
4. Pemberontakan Jenissari
- Sebab eksternal:
1. Munculnya renaissance di Eropa (abad 16 - 17).
2. Ditemukannya wilayah baru: Amerika oleh Columbus, dan Tanjung Harapan oleh Vasco de Gama.
3. Negara-negara Eropa mulai kuat dan memisahkan diri dari Turki.
- Tahun 1924 Mustafa Kemal memberhentikan system kekhilafahan dan mendirikan Republik Turki yang sekuler.
DINASTI SAFAWI DI PERSIA (1501-1732)
Aspek Penjelasan/Uraian
Sejarah Bangsa Persia - Bangsa Persia telah ada sejak tahun 5000 SM
- Tahun 637 Perisa ditaklukkan oleh bangsa Arab (masa Khalifah Abu Bakar) dan kemudian dikuasai Turki
- Tahun 1000 berdiri kerajaann Turki
- Tahun 1256-1336 dikuasai oleh Dinsati Ilkhan (keturunan Mongol), diganti oleh Dinasti Timuriyah, keturunan Timur Lenk (1370-1506).
- Tahun 1501-1732 dikuasai oleh Dinasti Safawiyah, diambil alih oleh Nadir Syah dari Afghan (1732-1785).
- Tahun 1785-1925 dikuasai oleh Dinasti Qajar, dan selanjutnya digantikan oleh Dinasti Pahlevi, pendiri kerajaan konstitusional (1925-1979).
Asal-Usul Safawiyah - Nenek moyangnya: Syekh Ishaq Safiuddin, seorang Imam keturunan Musa al-Kadim (Imam ke-7 dari kelompok Syiah Itsna Asy’ariyah). Dia mendirikan tarekat Safawiyah di Ardabil Azerbeijan.
- Gerakan tarekat ini berubah menjadi gerakan politik ketika dipimpin oleh Junaid (1447-1460), dengan mengembangkan kekuasaan di sekitar Anatolia yang dikuasai oleh suku-suku Turki, Qara Qayunlu dan Aq Qayunlu.
- Penggantinya adalah: Ismail bin Haidar atau disebut Ismail I (1501-1524) yang dianggap sebagai pendiri dinasti Safawiyah. Pada masa ini terjadi perseteruan dengan Trki Usmani hingga masa Tahmasp I (1524-1576), Ismail II (1576-1577), dan Muhammad Khudabanda (1577-1587). Karena kekuatan tidak seimbang Safawi tidak dapat mengalahkan Turki.
- Puncak kemajuan: pada masa Abbas I (1588-1628), dengan melakukan kebijakan berdamai dengan Turki dengan konsekuensi dia menyerahkan kekuasaan Azerbeijan, Georgia, dan sebagian Khuziztan. Abbas juga berjanji akan menghormati tiga khalifah pertama dari Khulafaur Rasyidin dalam khotbah jum’at. Namun di sisi lain Abbas juga melakukan:
1. persekutuan dengan orang-orang Kristen (Inggris) untuk melawan Usmani.
2. Mengubah Iran menjadi Syiah.
3. Membangun tempat-tempat ziarah untuk kepentingan Syiah.
4. Mengadakan perayaan 10 Muharram untuk menghormati peristiwa terbunuhnya Husein di Padang Karbala.
Pemerintahan - Bercorak teokratis, dengan memadukan konsep agama dan Negara.
- Sentralisasi militer dan administrasi Negara.
- Pemimpin (Imam) dibantu oleh wazir (pimpinan otoritas sipil), dan amir (pimpinan militer).
- Menetapkan Syiah sebagai mazhab Negara, dan menindas aliran di luar Syiah.
Ekonomi - Memproduksi dan memperdagangkan sutera.
- Membangun pabrik-pabrik: karpet, keramik, yang pengrajinnya diimpor dari Cina.
- Membangun ibukota baru; Isfahan; yang dilengkapi dengan pasar, istana pemerintahan, dan pusat industry.
- Memasuki perdagangan internasional dengan Inggris (EIC).
Ilmu Pengetahuan dan Seni - Seni Lukis mengalami kemajuan, terdapat sekolah seni lukis tahun 1510 di Tibriz. Karya yang diterbitkan: Syah Nameh (buku tentang Raja-Raja). Syah Tahmasp adalah seorang seniman besar.
- Berkembang ilmu filsafat, sejarah, dan teologi. Para filosofnya: Sadr ad-Din al-Syirazi, Muhammad Baqir bin Muhammad Damad.
- Ilmu-ilmu alam juga mengalami kemajuan. Tokoh ilmu pengetahuan: Din al-‘Amili (generalis ilmu pengetahuan).
Kemuduran - Munculnya pemberotakan dari kelompok sunni Afghan.
- Adanya ekspansi Turki dan Rusia
DINASTI MUGHAL DI INDIA (1526-1857)
Aspek Penjelasan/Uraian
Asal Usul - Didirikan oleh Zahiruddin Babur (1526-1530), cucu Timr Lenk dan keturunan Jenghiz Khan, dengan menundukkan penguasa local, Ibrahim Lodi. Ibukota dinasti ini adalah Delhi.
- Penerus Babur adalah Nashiruddin Humayun (1530-1540, dan 1555-1556). Dia memerintah dua kali, karena pada tahun 1540 terjadi kudeta yang dilakukan oleh Sher Khan dalam pertempuran di Qanuj. Setelah mendapat perlindungan dari Raja Persia, maka dia berhasil merebut tahta pada tahun 1555.
- Penggantinya : Akbar Khan (1556-1605) yang bergelar: Sultan Abdul Fath Jamaluddin AKhbar Khan.
Kondisi Pemerintahan - Masa Kejayaan berada dalam kekuasaan Akbar Khan, Syah Jehan (1627-1658), dan Aurangzeb (1658-1707).
- Pemberontakan yang pernah terjadi:
1. Pemberontakan Sher Khan di Qanuj pada tahun 1540, dan berhasil menggulingkan Humayun.
2. Pemberontakan Kurram (putera Jahangir: 1608-1627) dengan bantuan panglima Muhabbat Khan. Kurram berhasil memenjarakan ayahnya, namun akhirnya perselsihan ini didamaikan oleh permaisuri, dan Kurram naik tahta menggantikan ayahnya pada tahun 1627 dan bergelar Syah Jehan.
3. Pemberontakan Raja Jhujar Singh Bundela dan Afghan Pir Lodi, pada masa Syah Jehan, namun dapat ditumpas oleh Aurangzeb (putera Syah Jehan).
4. Perang saudara, antara Aurangzeb (dibantu oleh Sujak dan Murad) melawan Dara. Aurangzeb berhasil memenangkan perselisihan ini setelah lebih dulu memenjarakan ayahnya. Dia naik tahta pada tahun 1658 dengan gelar Alamgir Padshah Ghazi.
5. Pemberontakan Shivaji Punsala, Raja Maratha, Yusuf Zay dari Pathan (1667), Suku Afridis (1672) pada masa pemerintahan Aurangzeb.
Masa Akbar - Ekspansi: menguasai wilayah-wilayah: Chundar, Ghand, Kashmir, Chitar, Bihar, Gujarat, Orissa, Deccan, Gawilganj, Ahmadnagar, dan Asghar.
- Pemerintahan: militeristik, dengan susunan pemerintahan sebagai berikut:
1. Pemimpin pusat: Raja
2. Pemimpin daerah: Sipah Salar (kepala komandan)
3. Pemimpin sub-distrik: Faudjar (komandan).
- Kebijakan Politik:
1. menciptakan ide Sulh E-Kul, yaitu toleransi universal, di mana semua rakyat dipandang sama, tanpa membedakan agama, ras, maupun etnis.
2. Membentuk Mansabdharis: lembaga public service yang bertugas mempersiapkan kepentingan kerajaan. Anggota lembaga ini terdiri dari orang-orang Turki, Afghan, Persia, dan Hindu.
- Kebijakan Agama: dengan menciptakan agama baru, yaitu Din Illahi, dengan bentuk penyatuan agama-agama yang ada di India. Untuk mendkung agama ini Akbar melakukan upaya:
1. Menikahi wanita-wanita Hindu.
2. Khutbah menggunakan symbol Hindu.
3. Melarang menyembelih sapi
4. Mearang menulis dengan huruf Arab.
5. Tidak mewajibkan khitan bagi umat Islam.
Masa Aurangzeb - Kebijakannya berlawanan dengan kebijakan Akbar, yaitu tidak melakukan konsiliasi dengan Hindu. Diantara kebijakannya adalah:
1. Melarang minuman keras, judi, prostitusi.
2. Melarang praktek sati daho, yaitu pembakaran seorang janda yang ditingal mati suaminya.
3. Melarang pertunjukan music di Istana.
4. Membebani non-muslim dengan poll-tax, yaitu pajak untuk memperoleh hak memilih.
- Melakukan kodifikasi hukum Islam dengan nama: Fatawa-I Alamgiri.
Peradaban yang dihasilkan - Ekonomi:
1. Memajukan pertanian dan perkebunan dengan membentuk Mukadam (organisasi yang mengkoordinir kepentingan petani).
2. Menggerakkan industry tenun yang diekspor ke Eropa, Arab, dan Asia Tenggara.
- Arsitektur:
1. Pemakaian ukiran dan marmer dengan kombinasi warna warni.
2. Mendirikan benteng merah, istana, makam kerajaan, Taj Mahal di Aghra, dan Mesjid Raya Delhi.
- Sastra:
1. Mengembangkan bahasa Urdu (pada masa Akbar) dan dipakai di India dan Pakistan.
2. Karya sastra sejarah: Akbar Nama dan Ain-I-Akhbari yang ditulis oleh: Abu Fadhl. Karya ini mengupas sejarah Mughal berdasarkan figure pemimpinnya.
3. Sastrawan terkenal: Malik Muhammad Jayashi yang menulis Padmavat, sebuah karya alegoris yang mengandung kebajikan jiwa manusia.
- Ilmu Pengetahuan:
1. Istana menjadi pusat kegiatan kebudayaan
2. Aurangzeb membangun pusat pendidikan di Lucknow.
3. Masjid menjadi tempat pendidikan dasar
4. Mendirikan perguruan tinggi di Delhi
5. Kodifkasi Hukum Islam, yaitu Fatawa-I Alamgiri
Kemunduran - Sebab kemuduran:
1. Khalifah sepeninggal Aurangzeb lemah dan singkat masa pemerintahannya.
2. Munculnya pemberontakan orang Hindu yang tidak setuju dengan kebijakan Aurangzeb yang merugikan orang Hindu.
3. Invasi dari penguasa Iran, yaitu Nadir Syah (1739).
4. Invasi dari penguasa Afghan, yaitu Ahmad Syah Durrani (1761)
5. Masuknya imperialism Inggris di India (tahun 1757).
KOLONIALISME BARAT DI DUNIA ISLAM (ABAD XIX)
Aspek Penjelasan/Uraian
Sebab Kebangkitan Barat - Terjadinya transformasi ilmu pengetahuan Islam ke barat melalui: Perang Salib (terjadi 8 kali, antara tahun 1096-1270), Sycilia, dan Spanyol (Andalusia). Barat belajar dari Islam dan kemudian meniru pola Islam dalam pengembangan ilmu pengetahuan (mendirikan universitas).
- Gerakan ini melahirkan renaissance, reformasi, dan rasionalisme di Barat, sehingga mengakibatkan perubahan besar dan melahirkan penemuan-penemuan baru, seperti:
1. Ditemukannya Amerika oleh Christopher Columbus (1492) dan Tanjung Harapan oleh Vasco de Gama (1498) membuka peluang bagi peningkatan ekonomi Eropa. Jalur perdagangan yang awalnya berpusat di Laut Tengah dan Laut Merah yang dikuasai Islam, berpindah ke jalur timur melalui Tanjung Harapan.
2. Ditemukannya mesin uap sehingga melahirkan Revolusi Industry. Eropa mengembangkan teknologi perkapalan dan militer, sehingga memiliki pasukan yang modern dan kuat. Mereka menaklukkan wilayah-wilayah yang sebelumnya dikuasai Islam.
Kondisi Umat Islam - Politik: sejak awal abad ke-18 Islam mengalami kemunduran. Kerajaan-kerajaan Besar Islam (Turki Usmani, Safawi, dan Mughal) berada dalam masa kemunduran. Kekuatan militer tentara Islam jauh ketinggalan dari bangsa Eropa. Di sisi lain Eropa mulai melakukan serangan terhadap wilayah-wilayah Islam, terutama yang jauh dari pusat kekuasaan.
- Ekonomi: mengalami kelemahan sebagai akibat pindahnya jalur perdagangan. Perdagangan Islam di timur tengah tidak dapat diandalkan lagi, sehingga mengurangi income bagi negara-negara Islam.
- Ilmu Pengetahuan: mengalami kemunduran, khususnya di bidang teknologi kemiliteran dan industry.
Gerakan Kolonialisme Barat - Di Timur Tengah dan Afrika Utara:
1. Intervensi Eropa dimulai pada tahun 1798, yaitu ketika Napoleon Bonaparte dari Perancis melakukan ekspedisi ke Mesir. Pada akhirnya mereka menguasai Mesir hingga tahun 1882, dan kolonialisme digantikan oleh Inggris.
2. Tahun 1830 Aljazair dikuasai oleh Perancis.
3. Tahun 1881 Perancis juga menduduki Tunisia.
4. Wilayah Turki Usmani mlai berkurang karena adanya ekspansi Perancis, Ingris, Rusia, dan Italia hingga tahun 1911.
5. Tahun 1912 Maroko berhasil dikuasai oleh Perancis.
- Di Anak Benua India:
1. Awal abad 17 Inggris dan Belanda mulai melakukan kontak dagang dengan India.
2. Tahun 1857 Inggris berhasil menguasai seluruh wilayah Mughal.
3. Tahun 1879 Inggris juga menaklukkan Afganistan.
4. Tahun 1899 Inggris mencaplok Kesultanan Baluchistan.
- Di Asia Tenggara:
1. Asia Tenggara merupakan wilayah yang Islamnya baru mulai berkembang.
2. Kekuatan Eropa yang pertama masuk adalah Portugis dengan semangat missionaries. Pada tahun 1511 Portugis berhasil menguasai Malaka, yang merupakan pusat perdgangan di Asia tenggara.
3. Filiphina berhasil dikuasai Spanyol, termasuk di dalamnya Kesultanan Islam Mindanao, Kesultanan Buayan, dan Kesultanan Sulu.
4. Belanda masuk ke Indonesia dengan cara mengadakan perjanjian dengan penguasa local, melucuti peran dan kekuasaan tradisional kaum Muslim, mengadu domba antar kerajaan, dan mengkritik tatanan ekonomi dan politik.
5. Menjelang abad 19 seluruh Asia Tenggara masuk kolonialisme, dibagi antara Inggris, Belanda, Perancis, Spanyol, dan Portugis.
Motivasi Kolonialisme - Ekonomi:
1. Kebutuhan bahan baku industry dan rempah-rempah.
2. Kebutuhan wilayah pemasaran bagi produk-produk industry untuk mendukung perekonomian Barat
- Politik:
1. Kesadaran Eropa sebagai bangsa yang dikuasai Islam, sehingga membangkitkan semangat mereka untuk menguasai Islam.
2. Munculnya konsep Grand Nation (bangsa besar) di Perancis, yang berakibat munculnya penaklukan terhadap negara lain.
- Agama:
1. Dendam terhadap Islam yang pernah menguasai Eropa.
2. Kekalahan Kristen dalam perang Salib.
ISLAM ABAD XX (PEMBEBASAN DARI KOLONIALISME)
Aspek Penjelasan/Uraian
Penjajahan Barat terhadap Dunia Islam - Timur tengah terbagi dalam kolonialisme Ingris, Perancis, dan Rusia:
1. Inggris menguasai: Oman, Qatar, Mesir, Aden, Sudan, Kuwait, Iraq.
2. Perancis menguasai: Aljazair, Tunisia, Chad, Syria, Maroko, Libanon.
3. Rusia menguasai: Kaukasia, Tashkent, Uzbekitan, Iran.
- Asia Tenggara dikuasai Portugis, Belanda, Spanyol, Inggris
1. 1511: Samudera Pasai dikuasai Portugis
2. 1521: Filiphina dikuasai Spanyol.
- Babak akhir kolonialisme adalah Perang Dunia I (1915), di mana Turki mengalami kekalahan berat atas Eropa. Sejak itu seluruh dunia Islam dikuasai Barat.
Pembebasan Diri dari Kolonialisme - Faktor Penyebab:
1. Munculnya kesadaran diri umat Islam akan kekalahannya dari Eropa.
2. Keinginan untuk belajar kepada Eropa sehingga menimbulkan ide-ide pembaharuan.
3. Upaya pemurnian ajaran Islam dari pengaruh bid’ah dan khurafat.
4. Ketertinggalan dalam IPTEK, sehingga berusaha menghidupkan semangat ilmu pengetahuan.
- Sikap Umat Islam terhadap kemajuan Barat:
1. Zealotisme: menutup diri secara fanatic terhadap Barat dan ingin kembali secara introvert kepada praktek Islam masa lalu.
2. Herodianisme: membuka pintu secara selektif terhadap pengaruh Barat, mengambil yang baik dan menolak yang buruk.
Upaya Umat Islam - Gerakan Pemurnian:
1. Wahabiyah, yang dipimpin oleh Muhammad bin Abdul Wahab (1703-1787) di Arabia.
2. Syah Waliyullah (1703-1762) di India.
3. Sanusiyah: yang dipimpin oleh Said Muhammad Sanusi di Aljazair.
- Gerakan Pembaharuan:
1. Ide Pan-Islamisme: oleh Jamaluddin Al-Afghani (1839-1897) dengan tujuan: (1) menggalang persatuan umat islam sedunia; (2) membangkitkan semangat local negeri-negeri Islam untuk melepaskan diri dari penjajah.
2. Ide Nasionalisme: oleh At-Tahawi (1801-1873) di Mesir, dengan pemikiran: Negara Islam akan maju jika di bawah penguasa sendiri dan bukan dijajah bangsa asing.
3. Hizbul Wathan: oleh Mustafa Kamil di Mesir. Gerakan ini mengakibatkan terjadinya Revolusi Mesir pada 23 Juli 1952, dan mengakibatkan terbentuknya Republik Mesir pada 18 Juni 1953 dengan presidennya Mayor Jenderal Naguib.
4. Turki menjadi Republik pada tahun 1924.
- Gerakan IlmuPengetahuan
1. Turki mengirimkan mahasiswa untuk belajar ke eropa
2. Penerjemahan karya-karya Barat ke dunia Islam.
Kemerdekaan Negara-negara Islam - 1945: Indonesiamendapatkan kemerdekaan dari Jepang.
- 1946: Yordania merdeka dari Perancis.
- 1947: India merdeka dari Inggris.
- 1952: Libya merdeka, disusul Tunisia (1956), Sudan, Maroko (1962).
- Aljazair merdeka melalui Revolusi antara tahun 1954-1962.
- 1957: Malaysia merdeka dari Inggris.
- 1984: Brunei Darussalam merdeka dari Inggris.
- Negara-negara Asia Tengah (Uzbekistan, Turkmenistan, Kirghistan, Tasjikistan, Azerbeijan, Bosnia) merdeka dari Rusia tahun 1992.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar